Sebuah ide film tidak hanya akan sukses di gedung bioskop karena kualitasnya. Perlu strategi apa lagi? Sukses film drama remaja 'Ada Apa dengan Cinta? (AADC?)' yang merupakan buah pikiran rumah produksi Miles Films bisa jadi stusi kasus yang menarik.
Rumah produksi pimpinan Mira Lesmana dan Riri Riza itu merilis 'AADC?' pada 2002 lalu dan sukses menyedot 2,7 juta penonton. Angka yang sulit dicapai meningat beberapa tahun terakhir hanya film 'Comic 8' yang mampu menyentuh 1,6 juta penonton. Tidak cuma itu, film yang menampilkan kisah cinta Rangga dan Cinta itu juga berhasil menjadi buah bibir sampai sekarang.
Baca Juga: Bukan Tak Mau, Masyarakat Tak Mampu Nonton Film ke Bioskop
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'AADC?' dikonversi menjadi buku, serial televisi, novel sampai iklan sebuah aplikasi chatting messenger. Menjadikannya sebagai film Indonesia tersukses secara bisnis.
"Pertama yang dikomersialisasi adalah skenarionya bersama still photo dan foto 'behind the scenes'. Kami melakukan itu karena saat itu permintaan untuk belajar film dan bedah skenario begitu tinggi. Akhirnya kami 'monetizing' dan laku 5,000 eksemplar," tutur Mira Lesmana saat menghadiri diskusi film bertema 'How To Protect & Monetizing IP Rights in the Film Industry' di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015) kemarin.
"Kemudian berlanjut ke tahun 2003, kami menjual lisensi ke Sinemart (rumah produksi) untuk serial televisi. Kami kontrak selama 200 episode. Yang kami berikan adalah hak untuk penggunaan judul, nama karakter dan kebebasan menentukan cerita lanjutan setelah Rangga pergi," sambung Mira.
"Di tahun 2005 kita 'monetizing' 'AADC?' ke Jepang untuk penggarapan novel dengan bahasa Jepang pula. Terakhir yaitu TVC (TV Commercial) untuk aplikasi Line tahun 2014. Kami berikan hak untuk mengambil footage dari filmnya 20 detik, judul, nama karakter, pemain serta lanjutan ceritanya," cerita produser 'Pendekar Tongkat Emas' itu lagi.
Baca Juga: Surat Berusia 150 Tahun Ungkap Kematian Mark Twain
Dengan ragam versi tersebut Mira juga terkejut bahwa film yang dikerjakannya bersama sutradara Rudi Soedjarwo itu bisa berhasil dalam waktu lama.
"Film ini adalah ide orisinal Miles Films. Dan jujur, saya sangat terkejut atas pencapaian 'AADC?'. Memang sudah seharusnya filmmaker bisa jeli melihat berbagai peluang. Walaupun sebetulnya saya sempat blunder untuk 'monetizing' soundtrack 'AADC?' tapi ya sudahlah," tutup Mira sembari tersenyum. (mif/mmu)











































