Film-film dari Toto's Filmmaking Class Akan Tayang Februari

Film-film dari Toto's Filmmaking Class Akan Tayang Februari

- detikHot
Senin, 15 Des 2014 11:21 WIB
Film-film dari Totos Filmmaking Class Akan Tayang Februari
Jakarta - Toto's Filmmaking Class merupakan sebuah kegiatan CSR yang diadakan oleh jaringan bioskop blitz, yang bekerjasama dengan CJ CGV (jaringan bioskop di Korea) & Koica. Toto's filmmaking Class merupkan pelatihan pembuat film secara menyeluruh yang diadakan di beberapa Negara di Asia seperti Korea Selatan, China, Vietnam dan Indonesia.

Tahun 2014 merupakan tahun kedua penyelenggaraan 'Toto's Filmmaking Class' dan diikuti oleh 42 peserta siswa-siswi dari SMKN 57 Jakarta Selatan yang dibagi dalam 5 kelompok. Kegiatan ini dilakukan selama 10 hari di bulan November secara gratis dan dibekali langsung oleh praktisi di dunia perfilman Indonesia yang dipimpin oleh Salman Aristo (mentor utama), serta dibimbing oleh mentor pendamping seperti Lance Mengong, Cesa David Lukmansyah, Ardy Oktaviand, Mandy Marahimin, Robby Ertanto, Chandra Endroputro, Aghi Norottama, Sammaria Simanjuntak, Agni Ariatama, Arief Ash Shiddiqi.

Beberapa waktu lalu sudah dilakukan pemutaran film hasil kerja anak-anak SMK 57 ini. Dan sambutannya cukup baik, karena mereka memang bukan dari sekolah broadcast. Seperti yang diutarakan oleh Robby Ertanto salah satu mentor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagus banget, excited banget. Kita sebagai filmmakers jadi bisa melihat potensi siswa-siswa yang bukan dari jalur broadcast ternyata bisa bikin film yang berkualitas. Mereka kan SMK-nya tata boga dan travel, tapi bisa bikin film bagus. Ceritanya juga dari bidang mereka masing-masing. Mereka membuat film sesuai dengan jurusan mereka, ada yang tentang tata boga, ada juga travel, dan perhotelan," kata Robby saat ditemui di SMKN 57 Jakarta Selatan usai nonton film pendek hasil karya Anak-anak SMKN 57, Kamis (11/12).

Masih menurut Robby, anak-anak SMKN ini selama perjalanan, selama workshop mereka punya pemahaman kalau film itu bukan cuma untuk anak-anak brodcast. Film itu bisa digunakan berbagai bidang, bisa dijadikan alat promosi juga. Betapa kuatnya sebuah film, menceritakan ilmu yang mereka miliki sesuai bidang.

"Kalau menurut saya program ini cukup berhasil. Mereka ngerjakannya benar-benar sendiri. Para mentor cuma mengawasi. Ide-ide murni dari mereka sendiri. Editing dan proses pengambilan gambar dikerjakan sendiri," tuturnya.

Ada 5 judul film yang dipersentasikan oleh siswa-siswi SMKN 57 ini yang nantinya akan di tonton dalam acara premiere yang dilakukan di blitz pada Februari 2015.

"PR terbesar, kita sebagai filmmakers dengan kegiatan ini kita berharap, penonton di luar orang-orang film, seperti anak sekolah dan mahasiswa mau menonton film anak bangsa di bioskop, menumbuhkan kecintaan film Indonesia," pungkas sutradara muda ini.

(ich/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads