Tak hanya itu, ia juga berusaha melarang penayangan film yang dibintangi oleh Jack O'Connell tersebut dengan membuat petisi di situs Change.org. Hingga saat ini, petisi penolakan itu sudah berhasil mendapatkan dukungan dari 8 ribu netizen dunia.
Seperti dilansir The Aceshowbiz, Rabu (10/12/2014), ia mengatakan film Angelina Jolie sangat mengada-ada. "Apa yang diceritakan di film ini sangat tidak kredibel dan amoral," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya direktur Asia Policy Point, Mindly Kotler. Ia berharap publik Jepang dapat menerima aksi brutal yang dilakukan masyarakatnya di masa lalu, karena film ini dibuat berdasarkan fakta.
"Lewat film ini, juga bisa diajukan pertanyaan, bagaimana dahulunya para tentara Jepang menggunakan wanita tuna aksara sebagai budak pemuas nafsu mereka," belanya.
Mindly kembali membela bahwa terdapat banyak fakta dan dokumentasi terhadap penyiksaan yang dilakukan tentara Jepang kepada para tawanan. "Ada juga saksi mata dan bukti forensik tahanan Jepang dan tentaranya," tambahnya.
Rencananya 'Unbroken' akan tayang pada 25 Desember mendatang.
(tia/dal)











































