Jokowi menjadi presiden pertama yang hadir di FFI selama festival tersebut diselenggarakan sejak 1955. Presiden Jokowi menghadiri malam puncak sekaligus memberikan Piala Citra untuk kategori FIlm Terbaik di sela-sela kesibukannya blusukan ke berbagai daerah di Sumatera Selatan.
"Senang Pak Jokowi ada di sini. Bukan minta-minta, cuma kayak transfer energi. Udah saatnya pemerintah lihat, film Indonesia jadi sesuatu yang mainstream,β ungkap sutradara Angga Dwimas Sasongko usai diberikan piala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karya film kita adalah wajah bangsa," jelas Jokowi dalam sambutan.
Jokowi mengatakan, pemerintah ingin membangun kesadaran dan apresiasi hak kekayaan intelektual. Itulah yang menjadi tujuan pembentukan Badan Ekonomi Kreatif.
"Kami ingin bangun kesadaran dan apresiasi hak kekayaan intelektual dan dalam satu bulan kami proses Badan Ekonomi Kreatif dan badan ini langsung di bawah presiden," ujar Jokowi.
"Badan Ekonomi Kreatif langsung di bawah presiden. Saya ajak masyarakat untuk cinta film Indonesia,βtambahnya.
Jokowi juga meminta kepada Menteri Pariwisata untuk mendukung penuh perfilman Indonesia. "Nanti dingat-ingat kalau dukungannya nggak total, tolong saya dibisiki, ini serius. Pemerintah dukung perfilaman kita ini kekuatan ekonomi kreatif kita," tegas dia.
Jokowi juga mengajak masyarakat untuk mencintai film Indonesia. Ia sendiri mengaku penggemar film Indonesia dan sempat menonton film βComic 8β dan βManusia Setengah Salmonβ.
Kehadiran Jokowi di acara tersebut dan upayanya ingin membuat Badan Ekonomi Kratif disambut gembira para sineas. Sutradara Joko Anwar yang bersemangat mendengar salah satu visi presiden untuk memajukan sektor ekonomi kreatif itu, turut mencatat Jokowi di media sosial. Joko juga menghadiri acara FFI secara langsung.
"Pak Jokowi presiden kita, era baru. Ada era baru dalam sebuah film,β kata sutradara Riri Riza.
(ich/ron)











































