Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan perusahaan, komunitas, atau individu yang berkecimpung di industri perfilman dalam maupun luar negeri. Didasari keinginan untuk memperkenalkan sebanyak mungkin sumber daya pembuatan film, Filmares 2014 menghadirkan peserta-peserta yang menjual atau menyewakan peralatan pembuatan film.
"Pelaku perfilman itu mirip astronot, industri perfilman ini bintang, dan bintang itu indah jika kami umumkan ke dunia ini. Kami ingin memperkenalkannya," sambutan Haryonto (Performa Prima Expo) saat pembukaan acara di Jiexpo, Jakarta, Rabu, (26/11/14).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di area pameran pengunjung dapat melihat demonstrasi pengambilan video dengan helicam, mencoba berbagai jenis kamera, penciptaan animasi digital, dan production house. Selain pameran, ada peluncuran produk, stunt live perfomance oleh SFC, serta workshop dan talkshow.
Beberapa workshop akan hadir dalam acara ini, seperti workshop animasi VFX oleh Rini Sugianto, seorang animator Indonesia yang berhasil menghasilkan box office. Workshop Stereoskopik oleh Alexander Lentjes, seorang pakar 3D stereoskopik dari Inggris.
Selain pameran, talkshow, dan workshop. Terdapat pula informasi mengenai sejarah film Indonesia sejak tahun 1926, dimana film Indonesia pertama kali di produksi oleh NV Java Company dengan judul 'Loetoeng Kasaroeng' yang ditayangkan perdana di Bandung pada tanggal 31 Desember 1926.
(ich/ich)











































