Bikin Film Bertema Humanisme, Lola Amaria Sering Dicibir Hingga Diancam

Bikin Film Bertema Humanisme, Lola Amaria Sering Dicibir Hingga Diancam

- detikHot
Selasa, 25 Nov 2014 12:58 WIB
Bikin Film Bertema Humanisme, Lola Amaria Sering Dicibir Hingga Diancam
Lola Amaria (Reno/detikHOT)
Jakarta - Lola Amaria kerap vokal dalam film-filmnya yang kebanyakan bertema humanisme. Dalam perjalanannya ada juga pihak yang tak suka dengan film-film Lola karena isu yang diangkat. Ia sering dicibir, dan jarang pula diteror.

Selama berkarier sebagai produser dan sutradara di balik layar, Lola sudah menghasilkan film Betina (2006), Minggu Pagi di Victoria Park (2010), Sanubari Jakarta (2012), Negeri Tanpa Telinga (2014) dan 'Novel tanpa huruf R' (2003). Dari film-film tersebut banyak mengangkat isu hangat, misalnya tentang TKI, kotornya politik, hingga kritik sosial.

Film-film Lola ternyata juga membuat gerah sebagian pihak. "Pasti ada tantangan, kayak diancam. Contohnya ya film terakhir saya 'Negeri Tanpa Telinga', pas buat itu ada yang menjegal. Pas bikin film tentang TKI, ada LSM yang nyinyir. Saya kan paparkan hal yang nyata biar semua orang yang nggak tahu jadi tahu," ujarnya saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2014) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi hal itu membuat Lola tidak mundur, meskipun ia mengakui sempat khawatir ketika ada salah satu petinggi partai politik yang melakukan intervensi. Sementara untuk yang mencibir, Lola juga menganggapnya sebagai angin lalu.

"Saya banyak didukung orang-orang yang sehati sama saya. Saya nggak buat kriminal juga. Mudah-mudahan saya tetap maju dengan tema kemanusiaan, karena tema itu selalu menarik untuk saya," kata wanita berusia 37 tahun tersebut.

Dalam waktu dekat ini Lola mengaku akan menjadi pembicara di Berlin untuk diskusi soal film-film produksinya.

(ich/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads