Vicky Prasetyo selebritas menyuarakan soal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Indonesia. Vicky mengingatkan kondisi alam Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja.
Dia pun menyentil teman-teman artis dan influencer yang mempunyai ribuan bahkan puluhan juta pengikut di media sosial buat ikut berisik soal Karhutla.
"Teman-teman artis, influencer, akun-akun media centang biru dan jutaan pengikut di media sosial. Giliran tren joget viral, isu selingkuh artis, atau pamer gaya hidup mewah, jari kalian paling lincah bikin konten," ucap Vicky Prasetyo melalui akun Instagram pribadinya dilihat pada Sabtu (17/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi giliran hutan dibakar hidup-hidup, sampai langitnya menguning. Kenapa bibir kalian mendandak kelu dan akun kalian bisu?" sambungnya.
Vicky menyoroti soal anak-anak dan lansia yang sangat berdampak dengan kondisi udara buruk karena asap. Susah bernapas di rumah sendiri, menjadi hal yang sangat memprihatinkan.
"Buka mata kalian. Di sana bayi-bayi dan lansiang sedang bertarung nyawa. Tenggorokannya terbakar dan paru-parunya diracuni meski bernapas di rumah sendiri," ungkapnya.
"Hutan kita hangus di jarah korporasi. Satwa mati terpanggang, tidak ada area aman untuk mereka berlari. Dan kalian cuma duduk manis nonton dari balik layar smartphone," tutur Vicky Prasetyo.
Bapak 9 anak itu mengingatkan unggahan dari seorang influencer dan selebritas bisa sangat berpengaruh. Vicky mengingatkan untuk para selebritas tidak cuma memanfaatkan pengikut untuk mendapat viewers dan endorse.
"Kalian itu bukan sekedar penonton biasa. Kalian itu rumah algoritma. Satu unggahan kalian bisa mengirim opini publik. Satu suara kalian bisa menekan pengambil kebijakan. Jangan cuma memanfaatkan rakyat buat panen viewers dan endorsement. Tapi giliran rakyat kecil sekarang, kekurangan oksigen," sentil Vicky Prasetyo.
"Kalian pura-pura netral demi menjaga citra. Nyali kalian di mana? (1:14) Pakai pengaruh itu untuk bersuara selamatkan hutan. Atau akui saja, kalau jutaan followers kalian cuma dipakai untuk menjilat para penguasa," tutupnya.










































