Menurut Joe Russo sebagai salah satu sutradara, karakter Red Skull tidak sesuai dengan tone film yang ia bawa di film 'Captain America: The Winter Soldier', yakni thriller dan elemen konspirasi.
"Red Skull adalah karakter yang fantastis dan tidak selalu cocok untuk Cap 2, terutama karena tentang jatuhnya SHIELD. Tentu HYDRA ada dan itulah warisannya, tapi ada sesuatu yang menarik tentang fakta bahwa warisan (bisa) hidup lebih lama dibandingkan tengkorak. Mereka masih berurusan dengan unsur jahat di dalamnya," jelas Joe Russo seperti dilansir CinemaBlend, Selasa (18/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika berbicara dengan Yahoo! Movies, Joe dan Anthony Russo memang tidak mengungkap dengan detail plot yang mereka akan angkat. Tetapi, duo sutradara itu memberikan sedikit gambaran mengenai beberapa hal yang bisa dieksplorasi.
Meskipun poros cerita tetap pada karakter Steve Rogers, hubungan rumit antara teman masa kecilnya Bucky Barnes, serta tema politik dan power tetap akan mengambil bagian penting.
"Karakter itu diciptakan untuk tujuan eksplisit dari politik. Jadi cukup sulit untuk lari dari itu," kata Anthony.
Hal yang penting juga bagi dua sutradara itu, bahwa Captain America tak akan kehilangan moralitasnya. Sisi tersebut dinilai sebagai salah satu bagian dari kekuatan supernya.
Joe dan Anthony berjanji akan membawakan beberapa elemen baru yang akan menjadi twist dari Winter Soldier. Selain itu, akan ada karakter jahat baru yang diperankan Daniel Bruhl, serta kemunculan Iron Man yang akan berkonflik dengan sang jagoan utama dalam film.
'Captain America: Civil War' dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Utara pada 6 Mei 2016.
(ich/ron)











































