Benih-benih Asmara yang Mulai Tumbuh
|
|
Anda tentu ingat perdebatan Rangga dan Cinta yang seolah tak pernah usai, terutama di perpustakaan, area 'bermain' Rangga sebagai penggemar sastra. Cinta yang gaul, selalu dirasa Rangga berisik, dan mengganggu ketenangannya saat membaca.
Tapi interaksi yang tumbuh antara mereka berdua berkembang dengan perasaaan tertarik satu sama lain, meskipun awalnya sama-sama gengsi. Ketika ketegangan sudah mereda di antara keduanya, perpustakaan pun menjadi tempat yang memorable saat keduanya saling mencuri pandang dan bertatapan dari sela-sela rak buku.
Kebersamaan Cinta dan Sahabatnya
|
|
Film ini juga menggambarkan persahabatan yang erat antara Cinta dan teman satu gank-nya. Adegan ketika mereka berkumpul bersama dan menari bersama-sama terasa sangat asyik. Sebagian dari Anda pernah melakukan itu, bukan?
Cinta Melagukan Puisi untuk Rangga
|
|
Rangga tercekat dan hanyut dalam romansa ketika Cinta melantunkan bait-bait puisi ke dalam alunan lagu. "Bosan aku dengan penat, dan enyah saja kau pekat...seperti berjelaga jika kusendiri...."
Namun suasana romantis yang sudah terbangun dan bikin penonton senyum-senyum itu berubah secara drastis ketika Cinta mendapat telepon yang mengabarkan bahwa Alya berusaha bunuh diri. Dari situ hubungan Cinta dan rangga kembali sedikit merenggang.
Perpisahan di Bandara
|
|
Adegan Cinta berlari-lari di bandara untuk mengejar Rangga, terasa begitu dramatis dan membuat penonton harap-harap cemas.
Halaman 2 dari 5











































