Herjunot Ali, dari Peran Lelaki Terbuang ke Eksekutif Muda di 'Supernova'

Herjunot Ali, dari Peran Lelaki Terbuang ke Eksekutif Muda di 'Supernova'

- detikHot
Selasa, 28 Okt 2014 20:33 WIB
Herjunot Ali, dari Peran Lelaki Terbuang ke Eksekutif Muda di Supernova
Jakarta - Penonton dibuat terenyuh melihat akting Herjunot Ali sebagai lelaki terbuang di film 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.' Tapi dalam film terbarunya 'Supernova: Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh', Junot mendapat peran yang berbeda 180 derajat.

"Perannya sebagai Ferre, eksekutif muda yang hidup di zaman sekarang. Kehidupannya serba kecukupan, tapi dia nggak menyangka akan jatuh ke dalam sebuah momen yang rumit. Seperti apa? Lihat nanti filmnya," kata Junot memberikan sedikit bocoran kepada detikHOT, Selasa (28/10).

Dalam film adaptasi novel Dewi Lestari itu karakter Junot dipertemukan dengan Rana (Raline Shah), wakil pemimpin redaksi majalah wanita papan atas di Indonesia. Obrolan manis mereka penuh hentakan denyut jantung dan tatapan yang amat dalam, bahkan terlalu dalam bagi Ferre dan Rana. Keduanya terlibat cinta terlarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Junot, ia memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan karakternya dengan maksimal. Ia tak merasa kesulitan bertransformasi secara drastis dari satu karakter ke karakter lainnya.

"Ada jeda waktu enam sampai delapan bulan. Ngobrol banyak dengan sutradara dan penulis bagaimana membentuk karakter yang bisa mewakili visi dari orang yang membuat cerita," katanya.

Saat ini proses pengambilan gambar telah selesai. "Syuting ada di Washington juga, tetapi bagian saya di Jakarta, Bali hingga Labuan Bajo. Di sana indah sekali," tambahnya memicu rasa penasaran.

Bagi Anda yang sudah tak sabar menyaksikan film ini, simak teaser trailer yang sudah dirilis Soraya Intercine Films. Adegan dibuka dengan gambar yang nampaknya tol laut di Bali. Kemudian karakter Ferre muncul di set perkantoran yang elegan dan mewah, sebelum bertemu dengan karakter Rana di restoran.

Visualisasi pemandangan yang ditampilkan pun memberikan kesan bahwa para karakter di film tersebut memiliki kehidupan glamour. Ada adegan mobil sport mewah yang melaju cepat hingga kapal yang sedang berlayar.

Tak ada dialog dalam teaser trailer 'Supernova', melainkan potongan-potongan adegan karakternya yang diiringi musik bertempo cepat. Film ini juga melibatkan penggunaan senjata otomatis, mobil yang menabrak kaca, dan suasana kehidupan malam.

"Cerita Supernova bagus dan bisa dikonsumsi masyarakat luas, jadi warna baru. Belum begitu banyak film (Indonesia) yang mengangkat science fiction, Supernova berada di ranah seperti itu," kata Junot berpromosi.

'Supernova: Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh' diklaim menelan biaya produksi hingga Rp 20 miliar. Film arahan Rizal Mantovani yang dijadwalkan rilis pada 11 Desember itu juga dibintangi Arifin Putra dan Paula Verhoeven.



(ich/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads