'Teenage Mutant Ninja Turtles' Kembali Beraksi

Movie Buzz!

'Teenage Mutant Ninja Turtles' Kembali Beraksi

- detikHot
Jumat, 08 Agu 2014 11:52 WIB
Teenage Mutant Ninja Turtles Kembali Beraksi
Jakarta -

Menangani sebuah proyek film reboot bisa menjadi tantangan besar bagi sutradara. Membuat produk film itu semakin naik tingkat, atau merusak cerita dan nostalgia para remaja yang tumbuh dalam era film tersebut. Bagaimana dengan 'Teenage Mutant Ninja Turtles'?

Donatello, Michelangelo, Leonardo dan Raphael. Para kura-kura dengan nama-nama tokoh Abad Pencerahan itu mengalami mutasi gen yang membuat mereka memiliki kekuatan, kecepatan dan kecerdasan.

Paramount Pictures dengan Viacom Nickelodeon berhasil menghidupkan lagi sosok animasi empat jagoan dengan gambar yang lebih nyata. Ditambah lagi perpaduan antara, teknik 'performance capture' (seperti yang digunakan dalam film 'Avatar') dan kehidupan manusia biasa, cukup bisa membuat penonton berdecak kagum dengan kualitas gambarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alan Ritchson, Pete Ploszek, Noel Fisher dan Jeremy Howard akan memerankan Raphael, Leonardo, Michelangelo dan Donatello. Sementara Danny Woodburn dan aktris seksi Megan Fox turut hadir memerankan Master Splinter dan reporter televisi April O’Neil.

Sedangkan Johnny Knoxville dan Tony Shalhoub juga turut bermain di 'Teenage Mutant Ninja Turtles'. Tapi tidak tampil di depan layar, melainkan mengisi suara untuk Leonardo dan Master Splinter.

Film yang diproduseri Michael Bay ini memang diproduksi lewat perusahaan film sang maestro 'Transformers' itu, Platinum Dunes. Bay adalah sosok yang pandai bermain dalam area film seperti itu. Tantangannya, apakah Bay sang produser dan Jonathan Liebesman si sutradara mampu menghadirkan cerita baru TMNT dengan komedi yang khas, dan membawanya ke level lebih tinggi?

'Teenage Mutant Ninja Turtles' berhasil mempertahankan komedi yang khas lewat dialog-dialog tingkah konyol dari para kura-kura Abege itu. Si seksi Megan Fox mendapatkan porsi 'bicara' yang lebih banyak dari penampilannya di Transformers.

Jika penonton bisa menelan ludah ketika Megan dieksploitasi dengan gerakan slow motion di bawah sinar terik dan tubuh yang terlihat berkeringat, maka di TMNT sang aktris mendapat porsi lebih besar dalam cerita.

Hmmm...sepertinya Megan lebih enak ditampilkan dengan cara 'eksploitasi' dibandingkan melihatnya dipaksa untuk menjadi gadis pintar yang berperan besar menyelamatkan kota New York dari kehancuran.

(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads