Film ketiga Lola Amaria sebagai produser, 'Negeri Tanpa Telinga' telah menyelesaikan syuting di Solo dan Yogyakarta. Film yang mengangkat tema politik, kekuasaan dan seks dengan bumbu komedi satir itu akan menyambangi bioskop mulai 14 Agustus mendatang.
Tokoh utama dalam film ini adalah Naga yang diperankan Teuku Rifnu Wikana. Dia adalah tukang pijit keliling yang memiliki pelanggan dari berbagai kalangan, dari politikus, pengusaha hingga jurnalis.
Dari para pelanggannya, Naga sering mendengar cerita tentang skandal korupsi dan seks para pejabat. Hingga berita menghebohkan muncul ketika tanpa disadari cerita-cerita Naga sampai pada seorang jurnalis. Naga pun mendapat berbagai teror dan jiwanya terancam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang mengangkat politik, tapi film ini nggak berat sama sekali, ini bisa menghibur di tengah kepungan informasi negatif politik kebangsaan, korupsi kekuasaan, skandal seks para penguasa, dan buramnya potret masa depan bangsa," ucapnya saat jumpa pers di XXI Club Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2014).
Penggunaan kata 'Negeri' dalam film ini tidak menunjuk pada suatu negeri tertentu karena dalam cerita digambarkan secara pseudo (seolah-olah). Semua istilah seperti partai politik dan lembaga negara juga menggunakan nama yang berbeda.
"Jadi film ini sekadar petunjuk saja atas apa yang terjadi di sekitar kita dan kita halal menertawakannya," ujar Lola.
'Negeri Tanpa Telinga' juga dibintangi Ray Sahetapy, Tanta Ginting, Lukman Sardi, Jenny Zhang, Kelly Tandiono, Maryam Suprana dan Gary Iskak.
(ich/mmu)











































