Dalam film terbarunya, dia memerankan karakter pelatih sepakbola yang paling digandrungi saat ini, Indra Sjafri. Menurut aktor asal Palembang itu, memiliki referensi hanya membuat seorang aktor tidak punya sikap.
"Saya ketemu Indra (Sjafri) cuma sekali doang, sisanya saya improvisasi sendiri dengan cara sendiri. Saya ingin ketemu dia karena ingin lihat pembawaannya saja secara riil," tegas Mathias saat ditemui di lokasi syuting 'Garuda 19: Semangat Membatu' di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
"Karena nanti kalau terlalu banyak referensi saya malah mencontoh sana-sini. Saya sama sekali tidak meng-copy secara look," sambugnya.
Tidak semudah itu, karena di film produksi Mizan itu, Mathias Muchus juga mendapatkan tantangan karena karakter yang dia mainkan masih hidup dan aktif dengan bidangnya.
"Kesulitan sih nggak, cuma film ini based on true story. Jadi ada tantangan dimana memang sudah ada karakter yang terbentuk oleh masyarakat," tambahnya.
Dengan mengangkat tema bola secara umum dan Timnas U-19 secara khusus, Mathias Muchus pun punya harapan sendiri terhadap kerja keras sutradara Andibachtiar Yusuf dan Mizan sebagai rumah produksinya. Tak lain dan tak bukan adalah menebarkan semangat tanpa henti yang dimiliki oleh Indra Sjafri dan anak asuhannya.
"Di dalam perjalanan cerita ini Indra adalah orang yang ngotot, tapi ngotonya dia itu bisa mengangkat Timnas. Sampai mencari memakai uang pribadi. Begitu di Jakarta satu hal yang selalu dia lakukan adalah terus jaga semangat anak-anak. Semangat di jiwa Idra itu yang tidak pernah berhenti dan menyerah," tutup Mathias Muchus.
(hap/mmu)











































