Dibuat Selama 7 Tahun, 'Jalanan' Daniel Ziv Buka ChopShots 2014

Dibuat Selama 7 Tahun, 'Jalanan' Daniel Ziv Buka ChopShots 2014

- detikHot
Rabu, 23 Apr 2014 16:24 WIB
Dibuat Selama 7 Tahun, Jalanan Daniel Ziv Buka ChopShots 2014
Jakarta - Film dokumenter 'Jalanan' karya sutradara Daniel Ziv menjadi pembuka di ChopShots Documentary Film Festival Southeast Asia 2014 di GoetheHaus, Jakarta. Jelang pemutaran, Daniel sempat berbincang-bincang tentang produksi filmnya.

"Saya sudah hidup di Jakarta selama 11 tahun. Memang benar, film ini dibuat selama 7 tahun dan saya tidak akan menunda lebih lama lagi untuk memperlihatkannya pada kalian," kata Daniel yang disambut tawa penonton.

Selama hidup di Jakarta, Daniel tinggal di Cikini. Sebelumnya, pria berkebangsaan Kanada itu pernah menetap di Bali.

'Jalanan' adalah sebuah film yang mengangkat kehidupan tiga pengamen Jakarta dan subkultur jalanan yang ada di Ibu Kota. Film ini sebelumnya memenangkan penghargaan Best Documentary di Busan International Film Festival 2013.

Dengan menyorot tiga kehidupan pengamen dengan latar belakang yang berbeda-beda, Daniel berhasil menampilkan wajah lain dari kota Jakarta yang gemerlap penuh mal serta hotel berbintang. Film dokumenter yang ia suguhkan memiliki paket komplet dengan menyinggung sisi sosial hingga politik dari kaca mata para karakternya.

Emosi penonton dibuat haru-biru melihat karakter Titi yang masih semangat mengejar pendidikan di usia 33 tahun. Di sisi lain, ia harus terima diceraikan suaminya (yang pengangguran) karena pekerjaan yang dipilih Titi.

Karakter Boni yang santai dan komikal dalam menghadapi hidup juga menarik. Bahkan kolong jembatan di Jalan Sudirman punia sulap menjadi 'Hotel Grand Hyatt', tempat impiannya untuk tinggal jika menjadi orang kaya.

Sementara Ho yang memiliki karakter urakan, banyak melontarkan kalimat filosofis yang sederhana, namun memiliki makna yang mendalam. Dari tiga karakter tersebut, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil.

ChopShots Documentary Film Festival Southeast Asia adalah festival film dokumenter internasional yang berfokus pada kawasan Asia Pasifik, khususnya kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 58 film dokumenter akan diputar, mengangkat isu-isu politik dan demokrasi, perjuangan kaum adat terhadap hak kelola sumber daya alam, ketidakadilan dalam konteks perbedaan perspektif atas satu kejadian atau sejarah suatu bangsa, serta berubahnya peran agama dan norma dalam kehidupan masyarakat masa kini.

Festival ini akan digelar hingga 27 April mendatang di empat lokasi yang berbeda di Jakarta yaitu di GoetheHaus, Kineforum, XXI Taman Ismail Marzuki dan Salihara.

(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads