Festival Film Eropa ke‐14, “Europe on Screen” (EOS) 2014, akan memutar 71 film dari 26 negara Eropa. EOS 2014 akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 11 Mei 2014 di sembilan kota di Indonesia: Banda Aceh, Bandung, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Padang, Surabaya dan Yogyakarta. Semua film diputar gratis.
Dalam rangka Festival ini, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Olof Skoog mengatakan bahwa film-film yang diputar bukan hanya ekspresi menakjubkan dari keragaman budaya Eropa. Melainkan, juga cara yang ampuh untuk mengkomunikasikan ide‐ide lintas batas.
"Film‐film ini bukan merupakan hasil perhitungan pasar yang rumit dan tidak pula disertai dengan biaya promosi besar‐besaran. Tetapi seperti semua karya yang bagus, film‐film ini kemungkinan besar akan meninggalkan jejak yang tetap bertahan terus dan tidak sekedar diingat semalam saja. Sebagian dari film‐film ini akan menghibur, lainnya akan memprovokasi," kata Olof.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Festival ini akan menyajikan pula tujuh film dalam segmen untuk anak‐anak, serta delapan film yang akan diputar dalam acara layar tancap. Program pemutaran film akan dilengkapi pula dengan kehadiran tamu istimewa, lokakarya, diskusi film dan pemutaran 10 film karya finalis Lomba Film Pendek EOS ke-4. “Film Terbaik” dalam kompetisi ini, yang merupakan pilihan juri internasional, akan diumumkan pada Malam Penutupan.
Festival Film Eropa merupakan inisiatif bersama dari para kedutaan besar dan pusat kebudayaan Eropa di Indonesia. Festival ini diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1990, kemudian yang kedua pada tahun 1999. Sejak 2003, festival ini mulai diselenggarakan setiap tahunnya di bawah slogan “Europe on Screen”. (ich/mmu)











































