Acara akan dibuka dengan pemutaran film pendek segmen Out of Competition. Film-film dari kategori tersebut adalah 'Gundah Gulana' karya sutradara Wimar Herdanto, 'Lawuh Boled' (Misyatun), 'The Backseat' (Candra Aditya), 'Tiga Tembuni' (Wregas Bhanuteja), 'Mindstain', dan 'This Is What Boogie Did in 2012' (Meidinda Tiara).
"Tahun ini selain pertunjukan film juga ada workshop. Satu lagi yang tak kalah menarik adalah pitching forum," kata Festival Director Catherine Keng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kategori animasi ada film 'Tobi' (Brian Chandra), 'Aditya & Putri Matahari' (Gangsar Waskito), 'Asiaraya' (Anka Atmawijaya Adinegara), 'Just Teasing' (Noris Wijaya), 'Rocking Chair' (Aji Shalahuddin dan Dony L. Saputro) dan 'Kitik' (Ardhira Anugrah Putra).
International Short: Variety yang dimulai pukul19.05 WIB akan memutar 'Safe' karya sutradara Moon Byoung-gon (Korea Selatan), 'The Voorman Problem' arahan sutradara Mark Gill (Inggris), 'Do I Have To Take care of Everything' karya Selma Vilhunen (Finlandia), 'Kilimanjaro' milik sutradara Nima Yousefi (Swedia), 'My Baby Don't Love Me' arahan Heta Jaalinoja (Finlandia), 'Aquel No Era Yo (That Wasn't Me) karya sutradara Esteban Crespo (Spanyol), dan 'Triffit' (The Date' arahan sutradara Jenni Toivoniemi (Finlandia).
Tahun ini panitia telah menyaring 22 finalis dari 423 pendaftar. Film-film yang masuk seleksi dibagi menjadi tiga kategori yakni Film Pendek Fiksi Naratif (9 finalis), Film Pendek Animasi (6), dan Film Pendek Dokumenter (7). Masing-masing akan memperebutkan gelar terbaik.
Gelar yang diberikan adalah Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik, Film Pendek Animasi Terbaik, Film Pendek Dokumenter Terbaik, Film Pendek Fiksi Naratif Pilihan Media (Media Choice Awards), Film Pendek Animasi Pilihan Media (Media Choice Awards), Film Pendek Dokumenter Pilihan Media (Media Choice Awards), Film Pendek Pilihan Versi IMPAS (Indonesian Motion Pictures Association) dan Film Pendek Favorit.
"Ada kejutan menarik bahwa kreativitas anak Indonesia ditampilkan dalam berbagai genre. Di negara yang tidak punya desain pengembangan film, lahir bakat-bakat di daerah, itu menunjukkan pentingnya event ini. Kami akan terus mendukung event ini, menemukan wajah lain dari Indonesia, dan bukan hanya perayaan," kata salah satu juri Abduh Aziz.
(ich/mmu)











































