Jakarta -
Setelah beberapa peran kecil, Lupita Nyong'o melesat ke puncak popularitas setelah tampil apik di film '12 Years A Slave'. Ia mendapat nominasi Piala Oscar dan beberapa acara penghargaan bergengsi lainnya karena tokoh Patsey, budak yang berteman dengan Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor) di perkebunan kapas New Orelans.
Berikut beberapa fakta tentang Lupita yang menjadi bintang baru di Hollywood:
Latar Belakang
Lupita Amondi Nyong'o lahir di Meksiko pada 1983. Tak lama setelah itu orangtuanya kembali ke Kenya, Lupita ke Meksiko pada umur 16 tahun untuk belajar bahasa Spanyol. Ayahnya, Peter Anyang' Nyong'o adalah Senator di Kisumu County, Kenya.
Bakat Terpendam
Tak hanya akting, Lupita juga memiliki bakat untuk menulis, menjadi sutradara dan produser di 'In My Genes ', film tentang populasi albino di Kenya. Dia membuat film itu sebagai ujian akhir ketika belajar di jurusan film dan teater di Hampshire College, Massachusetts.
Jebolan Sekolah Drama
Lupita pernah belajar akting di sekolah prestisius, Yale School of Drama. Lulusan sekolah tersebut antara lain Meryl Streep, Sigourney Weaver dan Angela Bassett. Tekanan yang didapatkan cukup berat jika, namun Lupita berhasil melewatinya. Bahkan ia mendapat peran Patsey di '12 Years A Slave' beberapa minggu sebelum lulus dari sekolah tersebut.
Kelainan Kulit Saat Remaja
Sebagai aktris tentunya Lupita dituntut memiliki penampilan cantik. Saat remaja, Lupita ternyata pernah menderita kelainan pada kulitnya. Ia pun dibawa ke Madagaskar untuk mendapatkan pengobatan tradisional. Voila! Kulitnya pun menjadi mulus.
Bintang Peliharaan yang Unik
Ketika kecil, Lupita menyimpan ular mematikan sebagai binatang peliharaan. Ia juga membawanya untuk kelas ilmiah di sekolah. Terkadang, Lupita juga menggunakan binatang peliharaannya itu untuk menakuti beberapa temannya. Duh!
(ich/mmu)