Mereka adalah Clara Ng dan Icha Rahmanti yang didaulat mengejakan versi novel dari film ini.
"Sebenarnya saya itu punya obsesi untuk nulis soal anak-anak. Dan kebetulan tahun tahun kemarin saya kurangi menulis untuk orang dewasa," tutur Clara Ng saat ditemui di acara pameran buku di Jakarta belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, novel setebal 350 halaman ini dikerjakan hanya dalam waktu 50 hari. Dengan mengambil 20% dari empat skenario yang ditawarkan, dua penulis perempuan itu kemudian mengembangkan ceritanya.
"Empat cerita ini berbeda dan sulit disatuin. Kami ingin empat film atau empat skenario ini dibuat jadi satu frame utuh tidak dipisah. Akhirnya kami lakukan perombakan besar-besaran," tutur Icha menimpali.
"Sisanya kami buat plot baru untuk dijahit menjadi satu. Jadi novel dan film bisa saling melengkapi," sambungnya.
Hasilnya? Genre yang lebih 'dark' menjadi suguhan baru di tengah buku-buku anak lainnya yang lebih mengangkat tema komedi. "Ini ditujukan untuk anak usia 8-12 tahun. Secara psikologis, anak usia segitu, tingkat imajinasinya sangat tinggi. Saya yakin buku ini bisa jadi teman mereka berpetualang," tegas Clara lagi.
Rencananya, novel berjudul sama itu akan diterbitkan sekitar bulan Desember mendatang. Sedangkan filmnya sendiri, baru akan dirilis awal tahun 2014.
Film 'Princess, Bajak Laut dan Alien' produksi Cinema Delapan digarap oleh Upi, Rizal Mantovani, Eko Kristianto dan Alfani Wiryawan. Kualitas film ini terbukti setelah film ini berhasil diputar di ajang American Film Market (AFM) pada tanggal 6-13 November 2013 di Amerika.
(hap/kmb)