Ketika hal itu ditanyakan kepada kuasa hukumnya, Ramdhan Alamsyah, Eyang Subur mengaku tidak mempermasalahkan selama tidak mengangkat kisah hidupnya. Mengenai nama yang mirip dan bernuansa parodi, kata Ramdhan hal itu sah saja.
"Ya selama dia nggak bilang itu Eyang Subur. Plesetan itu hal yang wajar, nggak masalah," ucapnya saat dihubungi, Selasa (12/11/).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu film real-nya nanti. 'Eyang Kubur' nggak masalah," tambahnya.
'Eyang Kubur' terinsipirasi dari kejadian yang ramai di media hiburan beberapa waktu lalu. Film produksi Unlimited Production itu bercerita tentang Eyang Kubur yang diperankan Ray Sahetapy. Untuk menyempurnakan kekuatan magisnya, ia bersedia dikubur. Tapi setelah bangkit, ia justru minta enam orang istri.
Menurut Chief Executive Unlimited Production Oswin Bonafanz, filmnya akan lebih mengedepankan unsur komedi daripada horor. Film yang akan rilis pada 28 November itu disutradarai oleh Findo Purwono dan ditulis oleh Bono Sutisno, yang sebelumnya menulis 'Nenek Gayung' dan 'Kakek Cangkul'.
Selain enam perempuan cantik dan seksi, 'Eyang Kubur' juga dimeriahkan oleh Yadi Sembko, Garry Iskak, Chef Harada dan penampilan spesial Arya Wiguna.
(ich/mmu)











































