Ketika Anak Bertemu Oknum TNI yang Pukul Staf Zaskia Adya Mecca

Ketika Anak Bertemu Oknum TNI yang Pukul Staf Zaskia Adya Mecca

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Kamis, 16 Apr 2026 07:02 WIB
Zaskia Adya Mecca dampingi anak jadi saksi di pengadilan.
Zaskia Adya Mecca saat ditemui di Pengadilan Militer Jakarta. Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta -

Putri dari Zaskia Mecca dan Hanung Bramantyo, KM, akhirnya bertemu dengan oknum TNI yang memukul salah satu staf keluarganya.

Momen tersebut terjadi di Pengadilan Militer II Cakung, Rabu (15/4/2026) saat KM menjadi saksi dalam sidang tersebut.

Zaskia mengungkapkan, dalam pertemuan itu anaknya sempat berdialog langsung dengan terdakwa, Niko. Ia menanyakan kesan anaknya usai bertemu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Gimana, kamu udah ketemu sama Om Niko, terdakwanya. Rasanya gimana kamu? Apa yang udah Om Niko lakuin ke kamu dan kamunya gimana?" kata Zaskia.

KM awalnya sempat bingung karena tidak langsung mengenali wajah terdakwa. Ia juga menyebut terdakwa telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Zaskia memastikan anaknya sudah memaafkan. KM menjawab, terdakwa telah menjalani proses hukum.

Menurut Zaskia, terdakwa juga mengalami sejumlah konsekuensi selama masa penahanan, termasuk tidak bisa bertemu keluarga.

"Tadi udah ngomong bahwa beliau menyesal karena, saat itu katanya situasinya lagi kalut, istrinya lagi harus operasi, ibunya lagi kritis. Tadi langsung minta maaf sama KM, menjelaskan," kata Zaskia.

Zaskia menegaskan, terdakwa telah menyampaikan penyesalan atas perbuatannya. Ia juga mengungkap kondisi yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Meski telah terjadi saling memaafkan, Zaskia menekankan proses hukum tetap berjalan.

"Katanya sudah ditahan dari pertama laporan masuk. Efeknya nggak bisa ke mana-mana ya karena ditahan, bahkan ibunya kritis pun beliau tidak bisa menemui ibunya, nggak ada handphone, nggak ada apa, jadi putus hubungan. Hukumnya tetap berjalan walaupun udah maaf-maafan," kata Zaskia.

Zaskia berharap pengalaman ini menjadi pembelajaran, khususnya bagi anak-anaknya, tentang pentingnya mengendalikan emosi.

"Kalau marah harus ditahan. Kalau meledak ruginya banyak banget," pungkasnya.




(fbr/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads