Dalam acara bedah buku dan roadshow film '99 Cahaya di Langit Eropa' di Universsitas Gunadarma, Kalimalang, Bekasi, Ody Mulya Hidayat selaku produser mengungkapkan kalau ini adalah film yang menarik. Tak hanya menarik, format cerita yang disuguhkan pun sangat berbeda.
"Mengapa saya tertarik untuk mengangkat film ini? Belum ada film dengan format cerita traveling yang mengangkat sejarah. Juga banyak kejadian yang sangat menarik, yakni mengungkap rahasia besar Islam di Benua Eropa," papar Ody, Jumat (1/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kenapa dipilih judul '99 Cahaya di Langit Eropa' karena terkait asmaul husna. Buku novel ini menjadi semacam suara bagi perwakilan 99 persen muslim yang cinta damai. Film ini bukan saja tentang perjalanan saya dengan Hanum, tapi juga untuk syiar," ungkap Rangga.
Latar yang mengambil tempat di empat kota besar di Eropa itu pun, akan membawa peenontonnya benar-benar merasakan keliling Eropa. Bahkan, akan ada banyak sejarah tentang Islam di Benua Eropa yang akan diungkap dalam film ini.
"Ada salah satu scene di Louvre, semua orang ke sana untuk melihat lukisan Monalisa. Ternyata di sana banyak juga sejarah Islam yang tidak terungkap," ujar Dewi menimpali.
"Dan dengan sangat jelas, kita justru melewati Monalisa. Di salah satu ruangannya juga ada lukisan Bunda Maria dan Bayi Isa. Di kerudung Bunda Maria ada tulisan Arab. Tulisan apa itu? Tonton filmnya dulu," putus Dewi membuat penasaran.
Film arahan sutradara Guntur Soeharrjanto ini mengambil tempat di Viena, Cordoba, Paris, sampai Istanbul. Rencananya film ini juga akan dibagi dalam dua sesi cerita. Disini juga akan diungkap bagaiimana seorang Hanum (Acha Septriasa) yang tidak berjilbab akhirnya mau mengenakan jilbab.
"Untuk film kedua syutingnya sudah kemarin sekalian. Mungkin untuk film yang ke dua nanti bulan Maret," pungkasi Ody.
Penasaran? Film '99 Cahaya di Langit Eropa' segera tayang di bioskop pada tanggal 5 Desember 2013.
(pus/ich)











































