Membawa bintang porno Maria Ozawa dan Sola Aoi pernah dilakukan Maxima Pictures untuk menayangkan film mereka di Indonesia. Kini, dengan '99 Cahaya di Langit Eropa', mereka ingin membuktikan sebuah pendewasaan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Yoen K, sang Executive Produser Maxima Pictures disela-sela syuting '99 Cahaya di Langit Eropa' di Kawasan Istanbul, Turki.
Sebelumnya, Maxima memang dikenal sebagai salah satu pembuat film horor komedi seksi yang cukup produktif. Hal tersebut juga tak dipungkiri telah membuat mereka semakin bertumbuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maxima sudah berubah sejak 2011. Sudah ada tiga film yang bukan horor komedi. Kami tak bisa pungkiri film horor waktu itu menggiurkan," katanya.
Pria berkacamata itu juga sedikit buka-bukaan mengenai bisnis industri film. Ia memang tampaknya sangat berpegang kepada permintaan pasar.
"Kita sih lihat yang lagi ramai apa, garap. Tapi kalau pengen sukses, jangan ikut-ikutan. Kayak kita bikin pertama kalinya ada film pocong yang nggak seram. Terobosan dan ide itu memang mahal," ujarnya.
Youn menuturkan pendapatannya setelah merilis film pocong kala itu begitu besar. Sayang, masalah nilai, ia tak mau menyebut nominalnya.
'99 Cahaya di Langit Eropa' digarap spesial dengan 100 persen lokasi syuting di Eropa. Bujet untuk film ini juga lima kali lipat dari film Maxima lainnya. Ini adalah film ke-40, dan film religi pertama bagi rumah produksi yang berdiri sejak 2004 silam.
'99 Cahaya di Langit di Eropa' akan tayang pada 5 Desember mendatang.
(nu2/ich)











































