Sukarno di Antara Hanung dan Rachma

Sukarno di Antara Hanung dan Rachma

- detikHot
Selasa, 01 Okt 2013 13:48 WIB
Sukarno di Antara Hanung dan Rachma
Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri melaporkan sutradara Hanung Bramantyo ke polisi. Buntut konflik akibat pemeran Sukarno yang mengaku tak mengenal Bung Karno.

DEAL! Tulisan yang direkatkan pada sebuah foto tersebut tampak mencolok. Kata itu ditulis pada kertas berwarna hijau terang. Foto yang direkati tulisan itu adalah sebuah foto seorang lelaki dalam balutan kemeja putih. Kepalanya ditutupi peci hitam. Kulitnya gelap, wajahnya β€œsangat Indonesia”. Ia terlihat gagah.

Di bawah foto itu tertera nama sang pria, β€œArio Bayu”, sementara di atasnya ada tulisan β€œSukarno”. Hanung memang memilih Ario sebagai bintang utama film Soekarno: Indonesia Merdeka. Namun keputusan pemilihan Ario itu membuatnya disomasi Rachmawati Soekarnoputri. Bahkan, pada Senin pekan lalu, putri Bung Karno itu melaporkan Hanung ke Kepolisian Daerah Metro Jaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rachma merasa namanya dicemarkan oleh Hanung. β€œAkar semua problem ini adalah Bu Rachma tidak suka yang memerankan Sukarno itu Ario Bayu, that’s all !” kata Hanung kepada majalah detik.

Hanung sebenarnya menyiapkan tiga aktor buat memerankan Sukarno. Agus Kuncoro, Darius Sinathrya, dan Ario Bayu didandani mirip sang proklamator, lantas direkam layaknya syuting betulan.

Tiga aktor itu dipilih terutama karena jangkung. Hanung beralasan, jika pemeran Sukarno pendek, dia bakal kerepotan mencari pemain tokoh lainnya. β€œTerus nanti siapa yang mau memerankan Sjahrir, masak pakai anak kecil?”

Ketiganya ditolak Rachma. Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno itu balas mengajukan Imam Wibowo dan Andrie Djarot. Hanung menolaknya karena kurang tinggi.
Bagi Hanung, pilihan terbaik tetap Ario Bayu. Maka dikirimkanlah bintang film yang besar di Selandia Baru itu menemui Rachma.

Nahas, pertemuan itu malah membuat Rachma mutung. Ia berkeyakinan pemeran Sukarno haruslah orang yang memahami pemikiran ayahnya itu. Tidak aneh dia kesal betul ketika Ario berkata, β€œI’m not nationalist, saya tidak kenal Sukarno karena saya banyak tinggal di luar negeri,” ujarnya menirukan Ario.

β€œIni sudah gugur kalau dalam ujian,” ujar Rachma yang sempat melunak ketika Ario berjanji akan belajar soal Sukarno. Namun, akhirnya pintu buat Ario tertutup total ketika dia mengingkari janji akan datang ke kampus Universitas Bung Karno.

Akhirnya Rachma mengajukan anak tirinya, Anjasmara, yang memerankan Sukarno dalam teater Dharma Gita Maha Guru, yang dibuatnya pada Juli tahun lalu. β€œAnjas gesture-nya dapat, semua dapat, dan dia mau melakoni ritual untuk memerankan Sukarno,” tunjuk Rachma.

Bagi Rachma, alasan pemilihan Ario lebih banyak pada sisi komersial karena dia aktor terkenal. β€œSejak awal kami ingin film jadi pembuka sejarah yang benar tentang Sukarno, bukan komersial,” kata pengacara Rachma, Ramdhan Alamsyah.

Hanung merasa dalih Rachma soal nasionalisme Ario berlebihan. Dia mencontohkan Meryl Streep, yang asli Amerika, bisa memerankan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher atau tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi juga bisa dibintangi oleh Michelle Yeoh, yang kelahiran Malaysia.

Lagi pula Ario disuplai buku-buku soal Sukarno. Selama empat bulan dia juga melahap rekaman kegiatan presiden pertama Indonesia itu, yang didatangkan Hanung dari Belanda. Baca selengkapnya fokus berita majalah detik tentang 'Rachmawati vs Hanung Berebut Sukarno.'

(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads