Luc Besson, 'Malavita' dan Film Action Palsu

Spotlight

Luc Besson, 'Malavita' dan Film Action Palsu

- detikHot
Kamis, 19 Sep 2013 14:47 WIB
Luc Besson, Malavita dan Film Action Palsu
Jakarta - Film terbaru arahan sutradara Luc Besson 'Malavita' memiliki unsur film action a la Hollywood. Kejar-kejaran mobil, ledakan dinamit, serta tembak-tembakan seru. Namun Besson mengatakan bahwa filmnya tidak mengedepankan sisi action.

"Ini adalah film action palsu," ujarnya seperti dilansir Hufftington Post, Kamis (19/9/2013).

Sutradara kelahiran Prancis yang sukses lewat film 'La Femme Nikita,' 'The Fifth Element' dan 'Leon: The Professional' itu ingin menampilkan bagaimana keluarga Givanni Manzoni alias Fred Blake (Robert De Niro) beradaptasi di lingkungan barunya karena program perlindungan saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di saat yang sama, ada adegan aksi yang gila. Sama seperti 'Leon: the Professional' ketika itu. Film tersebut memiliki adegan-adegan aksi yang bagus, tetapi itu bukan 'Fast and Furious'. Itu adalah film aksi sesungguhnya," tambahnya.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Tonino Benacquista, 'Malavita' bercerita tentang mafia New York yang harus bersembunyi dalam pelarian bersama istri dan dua anaknya yang berusia remaja. Mereka pindah dari satu tempat ke tempat lain hingga menetap di pinggiran Prancis, tepatnya kota Normandia.

Ketika proses produksi belum dimulai, dan naskah belum dikerjakan, Tonino Benacquista sudah memilih Robert De Niro dan Michelle Pfeiffer sebagai dua bintang utamanya. Luc Besson kemudian mengirim buku 'Malavita' pada De Niro agar dibaca oleh sang aktor.

"Dia adalah New Yorker, jadi jika dia menyukainya maka itu pertanda bagus. Dia kemudian meneleponku dan suka dengan bukunya, jadi aku bilang, 'Oke aku akan buat skenarionya," jelas Besson.

Sutradara berusia 54 tahun itu juga tertantang menggabungkan tiga aktor, yang menurutnya memiliki level tinggi, dalam satu produksi. Sementara mengenai akting John D'Leo (anak lelaki Giovanni) yang mencuri perhatian, menurut Besson, saat casting ia justru tampil buruk.

Hal pertama yang membuat Besson merekrut John adalah dia memiliki wajah yang mirip dari segi fisik, meskipun pada level minimum. Namun saat casting John tak cukup baik karena ia terlihat berusaha keras memerankan karakternya atas persepsinya sendiri, dan mungkin masukan dari keluarga serta teman-temannya.

"Untukku, apa yang aku inginkan dari seorang aktor adalah kapasitas untuk mengikuti apa yang aku inginkan. Itulah talenta aktor, sebagian dari talenta adalah menerima dan menerapkan hal baru, dan talenta selanjutnya adalah melakukan apa yang diminta," bebernya.

Ketika dirilis di Amerika Serikat dengan judul 'The Family' pada akhir pekan lalu, 'Malavita' langsung bertengger di peringkat kedua box office di bawah 'Insidious Chapter 2'. 'Malavita' meraup pendapatan debut sebesar US$ 14,5 juta.

(ich/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads