Daniel Day Lewis
|
|
'keluar' selama masa syuting, baik di dalam maupun di luar lokasi.
Saat syuting 'Lincoln', ia membaca lebih dari 100 buku mengenai Abraham Lincoln, dan menerima Piala oscar lewat perannya. Dan ketika memerankan karakter pria lumpuh di
film 'My Left Foot,' Daniel tak pernah meninggalkan kursi rodanya di lokasi syuting, dan merepotkan para kru yang terus-terusan harus melayaninya.
Christian Bale
|
|
Untuk menggambarkan karakter pria kelaparan yang mengidap insomnia di film 'The Machinist', Bale menurunkan bobot tubuhnya hingga 27,2 kilogram. Tubuhnya yang berotot
dengan perut six pack sirna digantikan tubuh sangat kurus dengan tulang rusuk yang menonjol.
Bale berhenti menurunkan bobot tubuhnya lagi karena dokter memberi peringatan berbahaya. Selama diet ia hanya makan tuna dan apel.
Belum juga penonton dibuat terkejut, Bale langsung tampil dengan tubuh sempurna nan berotot sebagai Bruce Wayne dalam film 'Batman Begins'. Mungkin itu yang dinamakan totalitas dan komitmen.
Robert de Niro
|
|
menyerang secara verbal aktor lain dalam lokasi agar mereka benar-benar marah ketika adegan dilakukan.
Sebagai tambahan, untuk perannya di film 'Taxi Driver,' De Niro berkerja selama 12 jam sehari untuk perusahaan taksi selama sebulan agar mendapat 'feel' sopir taksi.
Sementara untuk peran mantan pemerkosa Max Cady dalam film 'Cape Fear', De Niro membayar dokter gigi untuk membuat bentuk giginya rusak dan berantakan, ia kemudian
mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk kembali memperbaikinya.
Jim Carrey
|
|
Jim pun terlihat cukup dalam masuk ke karakter tersebut dari gesture hingga ciri khas lain dari Andy Kaufman. Jim akhirnya mendapat Golden Globe Award untuk penampilannya di film itu.
Heath Ledger
|
|
Untuk mendalami peran, Ledger mengisolasi dirinya di dalam kamar apartemen selama satu bulan penuh. Ia mencoba menanamkan sifat-sifat dari karakter Joker ke dalam dirinya. Berpikir seperi Joker, bertindak seperti Joker. Dalam proses tersebut, Ledger hanya tidur dua jam sehari. Ia sampai mengalami paranoid serta insomnia.
Semua pengalamannya saat mendalami karakter Joker dituangkan dalam sebuah jurnal. Banyak pihak berpendapat bahwa kematian Ledger karena overdosis obat tidur, akibat dari komitmennya dalam mendalami peran tersebut.
Halaman 2 dari 6











































