Menparekraf Mari Elka Pangestu mengatakan, ia sudah mulai mendekati Michael Mann ketika berada di LA Film Location Show pada Mei lalu. Dari situ, ia komunikasi secara reguler dan memberikan informasi tentang Indonesia yang potensial untuk lokasi syuting.
"Kita kenalin dia juga dengan orang-orang yang bisa bantu dia di sini seperti Mike Wiluan (CEO Infinite Studio Batam) Mira lesmana, dan Riri Riza, yang intinya bisa membantu menyiapkan apapun yang mereka perlukan," beber Mari saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada tim istilahnya clearing house. Kali ini kita bikin tim kompak dari beberapa instansi terkait agar memberikan pelayanan dengan baik dan sepertinya dia puas. One Stop service ini akan permanen. Pak Dino (Dubes Indonesia untuk AS) juga banyak membantu untuk meyakinkan juga kalau Jakarta bukan cuma aman, tapi juga nyaman," terangnya lagi.
Menurut Mari, ini kemajuan yang cukup besar bagi industri ekonomi kreatif yang mendapatkan efek langsung dari produksi film tersebut. Apalagi, film tentang cyber crime yang dibintangi Chris Hemsworth itu merupakan produksi film Hollywood terbesar yang pernah syuting di Indonesia.
Mari Elka berharap agar Michael Mann yang sudah memiliki nama besar di Hollywood itu bisa menyebarluaskan informasi tentang lokasi syuting di Indonesia yang potensial. Meskipun Indonesia tidak membebaskan pajak produksi film seperti Malaysia dan Singapura, ia ingin agar one stop service ini menjadi nilai jual.
"Kerjasamanya sangat mengagumkan, terimakasih Mari dan Jalal yang memungkinkan ini semua terjadi. Aku pikir ini produksi film Hollywood terbesar di Indonesia," ucap Michael Mann tampak puas.
Michael memulai pengambilan gambar sejak Selasa, (12/8/2013) lalu di Lapangan Banteng. Ia juga akan mengambil gambar di sejumlah lokasi lain di Jakarta yang menurutnya unik, seperti di Tanah Abang, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Kota Tua.
Film action thriller yang juga dibintangi Viola Davis, Tang Wei dan Wang Leehom itu bercerita tentang pelaku cyber crime yang memiliki operasi di Asia Tenggara. "Aku berperan sebagai orang yang melakukan cyber crime, lalu masuk penjara, kemudian keluar. Dia dikejar oleh pemerintah yang juga melacak siapa orang-orang yang kerjasama dengannya," terang Chris Hemsworth yang memberikan kesempatan untuk bertemu dan sedikit ngobrol dengan beberapa media.
(ich/ich)











































