Ini memang diperbolehkan, karena hanya ada dua larangan bagi para pengunjung yang wajib dipatuhi.
“Enggak boleh merokok,” kata manager Subtitles Group Fenty kepada detikHot. Tanda larangan ini berada di bawah layar home theater di setiap ruangan berukuran 5 x 3 meter tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sampai sekarang enggak ada yang melanggar. Tanpa ada keterangan aturan tertulis seperti merokok, tapi enggak ada yang sampai melakukan tindakan asusila,” ujarnya.
Mahasiswi jurusan Sastra Jerman di universitas swasta, Santy, 22 tahun sudah menjadi pelanggan setia bioskop privat sejak setahun lalu. Ia mengaku mengandrungi film-film klasik dan rutin menontonnya.
“Di sini, bisa dapetin film yang memang sudah enggak ada lagi di pasaran. Kita juga bebas teriak, nangis, ketawa tanpa ganggu privasi orang lain. Bebas saja,” katanya.
Namun, selama menjadi pelanggan setia, Santy tak pernah melanggar aturan dari tempatnya menyewa ruangan. Aturan ini yang selalu dijaganya biar mendapatkan kepercayaan oleh pihak penyewa film dan ruangan.
“Kalau kayak gitu, enggak bisa nonton lagi dong, itu yang bikin sedih. Padahal kan aku suka banget nonton film-film yang berasal dari Eropa,” ujarnya. Meski lokasi setiap ruangan dibuat nyaman laiknya di rumah dan sangat privasi, namun kepercayaan adalah kunci terpenting antara pelanggan dan penyewa bisnis jasa ini.
(utw/utw)
