Jembatan Antara Bioskop dan Menonton Di Rumah Sendiri

Geliat Bisnis Bioskop Privat (4)

Jembatan Antara Bioskop dan Menonton Di Rumah Sendiri

- detikHot
Jumat, 26 Jul 2013 13:30 WIB
Jembatan Antara Bioskop dan Menonton Di Rumah Sendiri
Jakarta - Menonton di bioskop atau menonton film pilihan di rumah sendiri adalah soal pilihan. Bioskop privat hadir jadi semacam jembatan diantara keduanya. Bagi penikmat film itu berarti fasilitas yang nyaman dan kualitas gambar yang super plus kebebasan memilih film yang diinginkan.

Itu yang dirasakan co-founder komunitas Moviegoers Indonesia, Tatzuar Amir. Pria ini mengaku pernah beberapa kali mendatangi penyewaan bioskop private bersama penikmat film lainnya.

β€œTapi lebih suka nonton ke bioskop rame-rame. Itu lebih seru dan asyiknya kita bisa mengamati crowd orang yang nonton bareng kita,” katanya kepada detikHot Rabu (24/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang akrab disapa Tatzu ini menjelaskan jika di bioskop privat ia bersama kawan-kawannya tentunya bisa menonton film-film klasik maupun yang tak ada DVDnya. β€œContohnya film karya Coppola. Cuma ada di beberapa tempat seperti itu saja yang ada.”

Artinya, kata dia, di tempat privat seperti itu harus sepaham soal genre dan selera film. Namun, lambat laun, Tatzu bersama kawan-kawannya banyak yang sudah punya home theater sendiri di rumahnya. Serta bisa membeli film melalui amazon maupun video on demand (VoD).

Hal yang sama juga dikatakan oleh produser LifeLike Pictures, Sheila Timothy. Kepada detikHot ia mengatakan kenikmatan menonton di bioskop tak tergantikan. Seperti sensasi menonton di layar super lebar dengan sound system dolby, interaksi sosial karena nontonnya ramai-ramai. Serta adanya reaksi tawa, sedih, kaget yang terjadi secara kolektif.

β€œTapi juga karena pendapatan bioskop merupakan sumber penghasilan terbesar bagi film Indonesia, maka saya tetap mendukung masyarakat untuk nonton di bioskop. Ha..ha..ha,” ujarnya.

Sedangkan bagi Dewi Aryani, 26 tahun, penikmat film genre klasik dan independen, menonton di bioskop privat macam Subtitles Group adalah salah satu pilihan tepat. β€œSaya rutin datang sebulan dua kali, bareng keluarga atau sendiri,” katanya di Dharmawangsa Square Selasa lalu (23/7/2013).

Menurutnya, banyaknya koleksi film klasik dan kenyamanan ruangan home theater adalah daya tarik baginya. Serta adanya fasilitas cemilan sebagai pendukung menambah nilai plus bagi bisnis sewa ruangan laiknya bioskop privat.




(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads