Meskipun telah dikonfirmasi bahwa "Star Trek 2" akan diberikan konversi high-end 3D, JJ Abrams baru-baru ini mengakui bahwa pada awalnya ia tidak setuju dengan ide tersebut. Tapi, hasil uji 3D untuk film pertama akhirnya meyakinkannya untuk melakukan konversi.
"Saya tidak berjuang untuk 3D itu sesuatu yang studio ingin lakukan, dan aku tidak ingin melakukannya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abrams tak masalah soal konversi 3D jika membuat film garapannya itu lebih enak untuk ditonton. Yang terpenting, ia tidak dibatasi dalam pengambilan gambar seperti yang ia inginkan.
Konversi 3D memang menjadi perdebatan sendiri di kalangan sutradara. Ada yang setuju, ada juga yang anti 3D karena dinilai merusak sensasi menonton yang sebenarnya.
Namun beberapa sutradara lain justru beranggapan bahwa teknologi 3D membantu penonton untuk lebih bisa menikmati efek visual dalam film. Untuk 'Star Trek Into Darkness', efek visualnya dikerjakan oleh Industrial Light & Magic.
Yang bikin Abrams kecewa justru foto adegan di lokasi syuting yang bocor jauh hari sebelum proses produksi selesai. Abrams marah karena tak ingin mengecewakan penggemar 'Star Trek' karena kejutan untuk mereka sudah bocor terlebih dahulu. Apalagi foto tersebut bisa mengungkapkan identitas tokoh jahat utama Benedict Cumberbatch.
Pemeran Nyota Uhura, Zoe Saldana mengungkapkan, suasana di lokasi syuting juga sedikit lebih tegang setelah foto-foto itu tersebar. Ada dua foto yang memperlihatkan karakter Cumberbatch sedang berkelahi dengan Spock, sementara foto lainnya menunjukkan Uhura sedang memegang senjata.
Berbicara tentang isu tersebut Zachary Quito berkilah, sejumlah foto yang beredar bukan diambil saat syuting 'Star Trek 2'. Aktor berusia 34 tahun itu yakin adegan berkelahi dalam foto yang beredar bukanlah adegan yang akan ada di sekuel film tersebut.
"Kamera bahkan tidak rolling, jadi bayangkan akan seperti apa jika kita benar-benar sedang melakukan adegan itu," acapnya.
Quinto melanjutkan, ia dan Cumberbatch sedang berada di bagian kecil dari lokasi ketika seseorang mengambil gambar mereka.
"Itu mungkin saja terjadi. Kami sedang berada di lokasi besar yang menakjubkan di antah berantah, dan beberapa orang mungkin sedang beruntung," lanjutnya.
(ich/ich)











































