Film Superhero Adaptasi Komik yang Kurang Populer (2)

Film Superhero Adaptasi Komik yang Kurang Populer (2)

Angga Aliya ZRF - detikHot
Rabu, 03 Apr 2013 10:38 WIB
Film Superhero Adaptasi Komik yang Kurang Populer (2)
Jakarta - Cerita superhero yang diangkat dari komik ke layar lebar tak melulu sukses di pasaran. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya.

Sejak awal tahun 2000-an, dunia perfilman mulai gencar mengangkat tema superhero komik, sebut saja Spider-Man, Iron Man, Batman, Superman dan lain sebagainya. Tahun ini saja, banyak sekali komik yang diangkat ke layar lebar, contohnya Iron Man 3 dan Man of Steel.

Tapi ada juga film yang langsung dirilis ke DVD tanpa layar lebar sebelumnya, seperti contohnya 'Dredd' yang merupakan adaptasi dari komik Judge Dredd terbitan IDW Publishing. Film 'Dredd' dinilai kurang kuat untuk menarik penonton di bioskop.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa film adaptasi superhero komik di bawah ini mungkin terdengar asing atau bahkan belum pernah Anda dengar sebelumnya. Beberapa sempat masuk bioskop tapi tak laku, sisanya hanya dirilis di DVD.

The Punisher

Bukan versi Tom Jane, bukan pula versi terakhir yang sangat sadis 'Punisher: War Zone'. Ini adalah Punisher versi Dolph Ludgren, aktor yang sering memainkan peran antagonis di film aksi tahun 90-an.

Film ini memang bukan versi tembak-tembakan penuh ledakan seperti 'Punisher: War Zone', tapi juga tidak membosankan seperti versinya Tom Jane.

Beberapa dari Anda mungkin ada yang pernah melihatnya lewat home video. Sebenarnya, Lundgren memainkan tokoh Frank Castle dengan sangat baik, dikemas dalam dunia yang korup seperti di komiknya.

Bahkan dalam beberapa adegan, Lundgren terlihat merenung sangat mirip seperti Frank Castle dalam komik yang merindukan keluarganya yang mati dibantai penjahat. Tengoklah film satu ini jika Anda belum pernah menontonnya.

Man-Thing

Banyak orang tidak tahu siapa atau apa itu Man-Thing. Dia seperti monster rawa yang bisa membakar orang yang punya rasa takut di dalam dirinya hanya dengan menyentuhnya saja, jadi intinya bisa membakar siapa saja kecuali para anggota Korps Green Lantern dan Daredevil.

Kalau Anda masih ingat Swamp Thing--yang merupakan komik dan film televisi keluaran DC--Man-Thing ini adalah monster rawa versinya Marvel. Sayangnya, Man-Thing kalah populer dari Swamp Thing, padahal tokoh Marvel ini muncul lebih dulu.

Pada 2005 lalu, bos sekaligus produser Marvel Studio Avi Arad merilis film Man-Thing yang tidak dirilis di bioskop, tidak juga di DVD, tapi langsung ke TV kabel di saluran Syfy. Makanya tidak banyak orang yang sudah menontonnya, maupun gambar-gambarnya yang beredar di internet. Beruntunglah bagi Anda yang sempat melihat film langka ini.

Virus

Jangankan untuk menonton film, komiknya saja mungkin Anda belum pernah mendengarnya. Apalagi komik ini keluaran penerbit Dark Horse yang di Indonesia sangat kalah terkenal dibandingkan DC dan Marvel.

Inti cerita dari komik ini adalah perlawanan manusia terhadap mahluk asing alias alien yang bisa berpindah tempat dengan cepat dan mengubah besi rongsokan menjadi monster. Kurang lebih adegan dalam film layar lebarnya yang diperankan Jamie Lee Curtis dan William Baldwin juga cukup sama.

'Virus' tak hanya terlupakan saat ini, tapi juga sudah terlupakan di akhir pekan waktu rilisnya. Ini adalah salah satu film yang terabaikan sejalan dengan waktu dan mungkin tidak banyak orang yang memang sengaja ingin melihatnya.

Bulletproof Monk

Sebagian orang mungkin pernah melihat film ini, terutama yang suka film silat. Tapi mungkin Anda tidak tahu bahwa film ini merupakan adaptasi dari komik dengan judul yang sama?

Chow Yun-fat sempat jadi aktor paling keren di Asia. Lalu dia pergi ke Amerika Serikat (AS). Dan setelah berada di negeri Paman Sam, sepertinya ia tidak sekeren waktu masih tinggal di Asia.

Bulletproof Monk dibuat berdasarkan judul lini cerita dalam komik Powers bikinan Michael Avon Oeming. Sayangnya, Chow Yun-fat tidak mendalami cerita dan pola pikir Oeming dalam komik tersebut ketika memainkan karakternya di layar lebar.

Dalam filmnya, Chow Yun-fat berperan sebagai biksu yang mencoba mencari orang yang layak untuk menjaga gulungan kertas kuno. Si penjaga yang ia pilih adalah Seann William Scott si Stiffler di film 'American Pie.' Cukup sekian informasi yang perlu diketahui untuk film ini.

American Splendor

Para penggemar komik jadul mungkin familiar dengan komik ini, terutama mereka yang tinggal di AS. Ini salah satu komik lama Amerika yang tidak berisi superhero wanita berbusana minim bertarung dengan penjahat super seksi atau monster raksasa.

American Splendor adalah film adaptasi komik sekaligus biografi dari pemeran utama dalam komik tersebut, almarhum Harvey Pekar. Meski tidak kebanyakan film superhero lain yang 'wajib' memakai baju ketat, film ini bercerita soal kehidupan Harvey Pekar sejak kecil sampai ia bisa menjadi tokoh utama dalam komik buatannya sendiri.
Halaman 2 dari 6
(ang/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads