Ini Syarat Minta Dana Pemerintah untuk Festival di Luar Negeri

Ini Syarat Minta Dana Pemerintah untuk Festival di Luar Negeri

Adhie Ichsan - detikHot
Senin, 18 Feb 2013 14:59 WIB
Ini Syarat Minta Dana Pemerintah untuk Festival di Luar Negeri
Jakarta - Masalah biaya kerap menjadi kendala bagi sineas Tanah Air yang berkesempatan eksis di festival internasional. Sutradara Eugene Panji sempat berjualan DVD sebagai upaya untuk mengatasi ketiadaan dana dalam memberangkatkan pemain utama 'Cita-citaku Setinggi Tanah' ke Berlin. Sebenarnya, mungkinkah meminta bantuan pemerintah?

'Cita-citaku Setinggi Tanah' yang merupakan film perdana Panji yang pada masanya dikenal sebagai pembuat video klip yang produktif itu masuk seleksi di Festival Film Berlin ke-63 yang berlangsung 7 hingga 17 Februari lalu.

Film yang royaltinya didedikasikan untuk anak penderita kanker itu masuk seleksi untuk program Generation, dan bersaing dengan 60 film lainnya dari 36 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait hal tersebut (dan beberapa kasus serupa yang dialami musisi dan filmmaker lain), Direktur Jendral Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Ahman Sya mengatakan siap memberikan bantuan. Namun, ada syarat yang diajukannya. Apa itu?

"Kami membuat draft program kerja setahun (sekaligus anggaran), sampai Maret sudah closing. Jadi kalau mengajukannya sudah melewati pemograman, posisi kita kejepit karena harus lapor ke DPR lagi karena berkaitan dengan perubahan anggaran," ujar Ahman ketika berbincang dengan sejumlah wartawan film di Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Jadi, Ahman menyarankan kepada musisi, filmmaker, atau seniman Indonesia lainnya yang ingin mengikuti festival di luar negeri tahun depan, harus mengajukan proposal sebelum program kerja diajukan ke DPR sebelum Maret 2013.

"Karena kita nggak ada bantuan insidental, adapun paling cuma Rp 200 ribuan," tambahnya.

Sementara mengenai penyelenggaraan Festival Film Indonesia 2012 yang sempat menjadi polemik, Ahman yang menjabat Direktur Jendral Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menggantikan Ukus Kuswara itu mengaku akan melakukan pembenahan.

"Kami menghimpun masalah-masalah FFI tahun kemarin. Kontrol lebih ketat dan perencanaan lebih baik," ujarnya.



(ich/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads