'Atambua 39 Derajat Celcius', Kisah Nasib Keluarga Perbatasan

'Atambua 39 Derajat Celcius', Kisah Nasib Keluarga Perbatasan

- detikHot
Senin, 05 Nov 2012 20:03 WIB
Atambua 39 Derajat Celcius, Kisah Nasib Keluarga Perbatasan
Jakarta - Sutradara Riri Riza kembali hadir dengan film terbaru berjudul 'Atambua 39 Derajat Celsius'. Lagi-lagi, ia membuat film di kawasan yang terdengar aneh untuk telinga masyarakat Indonesia yaitu Kota Atambua.

Atambua adalah kota perbatasan Indonesia dengan negara Timor Leste dan menjadi tempat pengungsian. Dikisahkan anak muda bernama Joao (Gudino Soares) terpisah dari ibunya sejak berusia tujuh tahun.

Ia tinggal dengan ayahnya bernama Ronaldo (Petrus Beyleto) yang menolak pindah dari Indonesia ke Timor Leste. Ia bekerja sebagai supir bis tapi sering mabuk-mabukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Joao bekerja sebagai tukang ojek di pasar. Ia sebal dengan tingkah ayahnya yang selalu pulang malam dalam keadaan mabuk.

Hidup Joao yang biasa-biasa saja akhirnya menjadi spesial setelah kehadiran Nikia (Putri Moruk). Nikia adalah tetangga Joao tapi pindah ke Kupang setelah referendum tahun 1999.

Joao selalu membantu Nikia sejak datang kembali ke Atambua. Tapi suatu malam, tindakan tidak mengenakan Joao memaksa Nikia kembali ke Kupang.

Di sisi lain, Ronaldo harus dipecat dari pekerjaan. Ia pun mendekam di penjara setelah berkelahi di tempat bilyar.

Joao mencoba kembali mengejar Nikia. Lalu bagaimanakah dengan Ronaldo?

Film 'Atambua 39* Celsius' memperlihatkan view yang real dari mata kameraman. Untuk penata musik, Riri menggandeng Basri B. Sila.

Musik yang ditampilkan begitu baik sesuai dengan kekhasan daerah Timor. "Saya basicnya pemusik tradisional. Ini baru pertama kali buat musik untuk film," ucap Basri.

Film yang diproduseri oleh Mira Lesmana itu akan tayang dibioskop pada 8 November 2012.

(ast/ast)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads