Balinale 2012 Dimeriahkan Filmmaker Internasional

Balinale 2012 Dimeriahkan Filmmaker Internasional

- detikHot
Selasa, 30 Okt 2012 19:39 WIB
Balinale 2012 Dimeriahkan Filmmaker Internasional
Jakarta - Balinale International Film Festival keenam usai digelar pada 22 hingga 28 Oktober 2012. Festival tersebut dimeriahkan banyak filmmaker internasional.

Balinale 2012 dibuka dengan world premiere film karya Salman Aristo, β€˜Jakarta Hati’ dengan dihadiri oleh sutradara dan para bintang antara lain Slamet Rahardjo, Roy Marten, Dwi Sasono, Agni Pratistha, Shahnaz Haque, Framly Nainggolan, Didi Petet, Jajang C. Noer dan produser Lavesh Samtani.

Festival yang ditutup dengan film β€˜Lovely Man’ karya sutradara Teddy Soeriaatmadja itu juga menyelenggarakan dua seminar mengenai scriptwriting bersama Gabrielle Kelly, seorang penulis naskah, produser dan Associate Professor of Film di Tisch Asia, Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Audience Choice Awards yang dianugerahkan dalam Closing Night Party di W Bali Retreat & Spa dimenangkan oleh β€˜Lovely Man’ karya sutradara Teddy Soeriaatmadja untuk kategori Best Feature dan Overall Film. β€˜Lovely Man’ berkisah tentang seorang gadis muslim dari desa yang datang ke Jakarta untuk mencari ayahnya yang ternyata adalah seorang waria PSK.

Donny Damara, aktor utama β€˜Lovely Man’ awal tahun ini memenangkan penghargaan sebagai aktor terbaik di Asian Film Awards dan hadir untuk mewakili film ini sekaligus menerima penghargaan.

Penghargaan Best Documentary diraih oleh sutradara James Bradley untuk filmnya β€˜Ochre and Ink’, sebuah potret tiga puluh menit tentang Zhou Xiaoping, seorang seniman China-Australia yang selama bertahun-tahun bekerja sama secara dekat dengan seniman-seniman Aborigin. β€˜Luminaris’ karya Juan Pablo Zaramella dari Argentina memenangkan Best Short Award.

Balinale diselenggarakan dengan tujuan menarik filmmaker internasional agar dapat mempertimbangkan Indonesia sebagai setting bagi film mereka, baik melalui lokasi, ide cerita maupun talent. β€˜Eat Pray Love’ adalah film pertama yang mengambil lokasi di Bali secara signifikan.

Sementara β€˜Alex Cross’ karya RobCohen juga mengambil lokasi shooting di Bali tahun lalu. Film β€˜Alex Cross’ sendiri memilih Balinale sebagai ajang world premiere-nya, dua hari sebelum festival dimulai dan dua belas jam sebelum filmmya dirilis untuk umum di Amerika Serikat.

Selain itu β€˜Under The Sea 3D’ dan β€˜Born to be Wild’, dua film dalam format IMAX dari Warner Bros juga memilih Indonesia sebagai lokasi shooting baik secara keseluruhan maupun sebagian di tahun 2009 dan 2010. Film β€˜Savages’ karya Oliver Stone juga melakukan pengambilan gambar di Indonesia untuk adegan-adegan yang ber-setting di Indonesia dan Afrika.

(ich/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads