Kini, pria yang lahir di Jakarta, 25 Agustus 1964 itu tengah dalam proyek pengerjaan sebuah film dengan judul yang sama. Bedanya, film tersebut tidak diadaptasi dari novel yang telah ditulisnya, dan juga telah difilmkan.
βIni cerita baru yang dibuat, bukan dari cerita Lupus yang sudah dinovelkan,β kata Hilman saat diwawancarai di Warung Komando, Jakarta Selatan, Senin (10/09/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βPas ketemu dan mengobrol dengan Mas Eko, kita punya kesamaan yaitu ingin menghidupkan sosok Lupus. Spirit Lupus masih berkesan di hati kami berdua. Setelah Lupus, saya pikir tidak ada lagi ikon anak muda,β tutur Hilman.
'Lupus' dahulu dengan sekarang memang beda, tapi itu sudah disiasati oleh Hilman. βUntuk style akan disesuaikan dengan masa kini. Yang dipertahankan itu sikap cuek dan permen karetnya yang selalu ia kunyah,β ungkap Hilman lagi.
Saat ini pihak rumah produksi, Komando Picture tengah mengadakan audisi untuk mencari tokoh utama yaitu Lupus, Lulu, dan Gusur. Audisi akan diadakan di 6 kota besar di Indonesia.
(ich/ich)











































