Film Dokumenter Anti Obama Cetak Rekor

Film Dokumenter Anti Obama Cetak Rekor

Adhie Ichsan - detikHot
Senin, 27 Agu 2012 11:14 WIB
Film Dokumenter Anti Obama Cetak Rekor
Jakarta - Kejutan datang dari film dokumenter anti-Obama arahan sutradara Dinesh D'Souza, '2016: Obama's America'. Film tersebut mencetak rekor sebagai film dokumenter dengan pendapatan terbesar tahun ini.

Setelah dirilis di bioskop terbatas di AS sejak 27 Juli lalu, '2016: Obama's America' telah mengumpulkan pendapatan total US$ 9 juta. Dari angka tersebut, US$ 6,2 juta berasal dari pemasukan pekan lalu, dan membuat film itu bertengger di peringkat kedelapan box office.

Dengan pencapaian tersebut, '2016: Obama's America' telah mengalahkan film dokumenter kontroversial karya Lee Hirsch 'Bully' yang meraup US$ 3,5 juta. Film itu juga dinobatkan sebagai film dokumenter konservatif paling laris sepanjang masa mengalahkan 'Expelled: No Intelligence Allowed' yang meraup US$ 7,7 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Film itu diadaptasi dari buku laris 'The Roots of Obama's Rage' yang juga ditulis Souza. Dalam film, Souza mencoba melacak keberadaan saudara tiri Obama, George Obama yang dikabarkan hidup dalam kemiskinan.

George tinggal di sebuah gubuk di Nairobi, Kenya. Sementara saudaranya menjadi salah satu orang paling kuat di dunia.

"2016: Obama's America" berfokus pada dugaan kemarahan pada kolonialisme yang diwarisi Barack dari ayahnya. Film ini meneliti pertanyaan, "Jika Obama memenangkan masa jabatan kedua, di mana Amerika akan berada di 2016?"

Souza mengatakan bahwa ia bertemu dengan George di sebuah hotel di Nairobi. "George adalah pemberontak di keluarga Obama. Dia adalah kambing hitam," katanya.

(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads