Setelah dirilis di bioskop terbatas di AS sejak 27 Juli lalu, '2016: Obama's America' telah mengumpulkan pendapatan total US$ 9 juta. Dari angka tersebut, US$ 6,2 juta berasal dari pemasukan pekan lalu, dan membuat film itu bertengger di peringkat kedelapan box office.
Dengan pencapaian tersebut, '2016: Obama's America' telah mengalahkan film dokumenter kontroversial karya Lee Hirsch 'Bully' yang meraup US$ 3,5 juta. Film itu juga dinobatkan sebagai film dokumenter konservatif paling laris sepanjang masa mengalahkan 'Expelled: No Intelligence Allowed' yang meraup US$ 7,7 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
George tinggal di sebuah gubuk di Nairobi, Kenya. Sementara saudaranya menjadi salah satu orang paling kuat di dunia.
"2016: Obama's America" berfokus pada dugaan kemarahan pada kolonialisme yang diwarisi Barack dari ayahnya. Film ini meneliti pertanyaan, "Jika Obama memenangkan masa jabatan kedua, di mana Amerika akan berada di 2016?"
Souza mengatakan bahwa ia bertemu dengan George di sebuah hotel di Nairobi. "George adalah pemberontak di keluarga Obama. Dia adalah kambing hitam," katanya.
(ich/mmu)











































