Menurutnya sosok Barry Prima sangat mempengaruhi masa kecilnya. Ia pun mengisahkan, saat masih duduk di bangku sekolah dasar bintang 'Kamandaka' itu kerap membuatnya kagum.
"Itu ikon anak kecil zaman dulu, kalau ada film Barry pasti tepuk tangan. Saya juga punya banyak DVD-nya," puji Iko saat ditemui di 'DahSyat' RCTI, Jakarta Barat, Jumat (20/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Referensi iya, tapi sekarang lebih modern, kemasan fighting-nya lebih kental ke silatnya," ujarnya.
"Kami, saya sama pak Yayan (Yayan Ruhiyan), ada misi mengembangkan silat budaya sendiri. Mungkin dipandang sebelah mata, karena nggak populer. Silat ini kemasan lebih real, modern, nggak monoton kuno. Koreo se-indah mungkin, kita ubah yang mistis-mistis. Tak ada di silat yang mistis," lanjutnya.
(nu2/yla)











































