"Melihat pendapatan 'John Carter' (US$ 184 juta di seluruh dunia) kami memprediksi kerugian operasional sekitar US$ 200 juta selama kuartal kedua pemutaran film kita berakhir 31 Maret," tulis Disney dalam pernyataannya yang dilansir Aceshowbiz, Rabu (21/3/2012).
Melihat besarnya jumlah modal produksi yang tak kembali, presiden divisi box office dari Hollywood.com Paul Dergerabedian mengatakan, 'John Carter' akan menjadi film Hollywood yang mengalami kerugian paling besar sepanjang masa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun menderita kerugian besar dari film yang dibintangi Taylor Kitsch itu, Disney masih optimis untuk mengumpulkan laba dari film lainnya. "Untuk paruh kedua tahun ini, kami sangat gembira film yang akan segera dirilis, 'The Avengers' dan 'Brave' kami percaya punya potensi besar," tulis Disney lagi.
John Carter adalah film fiksi ilmiah tentang petualangan tokoh protagonis dari seri ke-11 novel 'Brosoom' karya Edgar Rice Burroughs (1912-43). Film ini menandai penampilan pertama karakter tersebut setelah seratus tahun.
Mantan kapten konfederasi di militer AS, John Carter (Taylor Kitsch) secara misterius diangkut ke Mars atau planet Barsoom. Di sana, ia menjadi bagian dari konflik antara berbagai bangsa dari planet tersebut, yang dipimpin oleh Tars Tarkas (Willem Dafoe) dan Princess Dejah Thoris (Lynn Collins).
Carter pun ikut ambil bagian untuk menyelamatkan Barsoom dan rakyatnya dari ancaman perang. Selain itu, ia juga mencari cara untuk mencegah kepunahan Barsoom akibat hilangnya atmosfer dan air.
Film ini merupakan debut live-action dari sutradara dan penulis Andrew Stanton. Andrew sebelumnya dikenal lewat karya-karya seperti 'Finding Nemo' (2003) dan 'WALL-E' (2008).
'John Carter' telah dirilis di bioskop AS sejak 9 Maret lalu.
(ich/mmu)











































