Serial 'Laskar Pelangi' Tonjolkan Keindahan Belitong

Serial 'Laskar Pelangi' Tonjolkan Keindahan Belitong

- detikHot
Senin, 19 Des 2011 19:35 WIB
Serial Laskar Pelangi Tonjolkan Keindahan Belitong
Jakarta - Dalam waktu dekat ini, Anda bisa untuk menyaksikan serial 'Laskar Pelangi' di layar kaca. Serial itu pun akan menonjolkan keindahan pulau Belitong secara lebih detail.

Dengan menampilkan anak-anak asli dari Belitong, serial televisi tersebut tak akan jauh berbeda dari film aslinya. Menampilkan 15 episode, serial film itu akan terlihat lebih apik dan mengagumkan.

Dengan disutradarai oleh Guntur serial ini sangat diharapkan dapat menyapa para penggemar 'Laskar Pelangi' di seluruh Indonesia. Guntur juga tak takut akan bayang-bayang Riri Riza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah minta izin dengan Riri dan dia bilang oke itulah yang membuat saya semakin yakin kalau harus berbuat lebih baik dari dia," ujarnya saat ditemui di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2011).

Serial pertama yang menceritakan bagaimana anak-anak SD Muhammadiah Gantong telah naik kelas menjadi kelas 5. Tak banyak yang berubah dari setting SD tersebut.

Cerita bermula ketika anak-anak mulai membereskan kelasnya namun satu ketika secara tak sengaja Kucai (Nano Romanzah) memarahi Harun (Yeffri Yanuar) lantaran menumpahkan air ke lantai. Padahal lantai tersebut sudah bersih. Entah karena tersinggung atau ingin mengerjai teman-temannya, Harun kemudian keluar kelas dan tak kembali hingga Ibu Muslimah (Prisia Nasution) masuk dan menanyakan keberadaannya.

Merasa bersalah, Kucai meminta teman-temanya untuk membantu mencari Harun. Hari semakin sore, hal itu membuat Ibu Muslimah dan Pak Harfan (Ikranegara) panik lantaran anak didiknya tak ada di sekolah. Yang membuat panik dua pengajar itu lagi adalah akan kedatangan peninjau sekolah dari pusat.

Dari situlah konflik berawal. Serial televisi tersebut sudah selesai penggerjaannya. Selama 3 bulan para pemain digenjot untuk menyelesaikan syuting tersebut.

"Harapannya serial ini dapat menjadi tontonan yang inspiratif, bermutu, menghibur sekaligus menghibur serta menjadi tontonan baru di Indonesia," ujar Harsiwi Achmas selaku Direktur Program dan Produksi SCTV.

Penasaran bagaimana kelanjutan sinema tersebut? Saksikan hanya di SCTV pukul 17.30-19.00 WIB mulai 26 Desember 2011.

(wes/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads