Tak hanya itu, 'Sang Penari' juga berhasil mengantarkan dua pemainnya meraih Citra, masing-masing Prisia Nasution sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Dewi Irawan sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
Ifa tak menampik dirinya sangat senang karena filmnya diganjar banyak penghargaan. Namun, pria berusia 32 tahun kelahiran Yogyakarta itu mengaku kini hidupnya malah jadi semakin berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ifa mengaku tak punya bayangan sebelumnya, film 'Sang Penari' akan keluar sebagai film terbaik di FFI 2011. Apalagi secara jujur ia menilai sutradara Hanung Bramantyo lebih punya peluang besar karena dua filmnya '?' (Tanda Tanya) dan 'Tendangan dari Langit' masuk nominasi kategori bergengsi itu.
"Hanung Bramantyo masuk dua nominasi. Harapannya jelas lebih besar. Buat saya justru saya nggak punya bayangan saya menang, karena sangat susah menilai kerja sendiri," katanya.
"Nominator yang lain juga hebat-hebat," tambah Ifa, mengacu kepada dua pesaingnya yang lain, yakni sutradara muda Kamilia Andini lewat film 'Mirror Never Lies' serta Benny Setiawan untuk 'Masih Bukan Cinta Biasa'.
Sebagai sutradara, Ifa merasa punya tanggung jawab untuk membuat film yang berkualitas. Walau tengah di atas angin, ia mengaku tak mau buru-buru membuat karya terbaru.
"Saat ini belum, masih nulis dan nyari-nyari. Saya bukan tipe orang buru-buru kok," tandasnya.
(bar/mmu)











































