Ada Apa Saja di Jogja-NETPAC Asian Film Festival #6?

Ada Apa Saja di Jogja-NETPAC Asian Film Festival #6?

- detikHot
Selasa, 13 Des 2011 11:53 WIB
Ada Apa Saja di Jogja-NETPAC Asian Film Festival #6?
Jakarta - Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2011 akan dibuka hari ini. Inilah satu-satunya festival film di Indonesia yang memfokuskan pada perkembangan sinema Asia. Pada pergelarannya yang ke-6 ini, ada apa saja?

Setiap tahun, JAFF hadir memberikan ruang apresiasi kepada film-film terbaik di Asia. Mengusung tema Multitude, lewat film-film yang diputar JAFF#6 2011 akan melihat riuhnya suara demokratisasi yang menggema di perpolitikan Asia. Namun, menurut Dirktur Festival Budi Irawanto, “multitude” bukan sekadar tema, melainkan juga dalam hal gaya, estetika dan narasi.

Film 'The Green Wave' dari Iran misalnya. Dokumenter animasi ini merekam kemarahan, kesedihan, dan ketakutan selama waktu-waktu penting dalam sejarah Iran. Sedangkan 'Oxygen' karya Sengedorj Janchivdorj merupakan “multitude” dalam gaya berkisah dengan mencampurkan antara sinema etnografi, film feminis dan genre yang “berbelok”.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Tanah Air, narasi “multitude” dapat dinikmati melalui '?' karya Hanung Bramantyo yang merangkum kehidupan dua umat beragama mayoritas di Indonesia. Dalam napas yang sama, 'Baby Arabia' menyampaikan esensi spiritual kaum minoritas muslim Thailand melalui musik.

Melengkapi sajian istimewa JAFF#6, akan ada 7 film pendek dari Asia yang berkompetisi untuk memperebutkan penghargaan film pendek terbaik Blencong Awards. 'Ameen' karya Sanif Olek (Singapura) mengetengahkan tema cinta dengan kemasan yang berbeda. Richard Legaspi (Philippines) dalam filmnya 'Manenaya' mengisahkan perjalanan pencarian kebenaran seorang wanita yang suaminya menjadi korban pembunuhan politik.

Dari 7 film pendek kompetisi, 4 di antaranya merupakan wakil dari Indonesia. 'Soleram' karya Tumpal Tampubolon bercerita tentang kehadiran seorang anak dalam sebuah keluarga. Duet sutradara Andri Cung dan Edward Gunawan dalam 'Payung Merah' yang dibintangi oleh Rio Dewanto dan Atiqah Hashiholan pun memiliki kisah yang tak kalah menggugah.

Tujuh film pendek kompetisi tersebut akan disuguhkan bersama 11 film pendek Asia lainnya yang tersaji dalam program Light of Asia. Tak kalah dengan film panjang, film berdurasi pendek juga menawarkan kebaruan dalam gaya, pendekatan dan tema dalam pertumbuhan sinema Asia.

JAFF#6 akan hadir hingga 17 Desember 2011. Dua venue utama yaitu Taman Budaya Yogyakarta dan Lembaga Indonesia Prancis (LIP) menjadi pusat kegiatan selama festival berlangsung. Seperti tahun-tahun sebelumnya, JAFF#6 juga mendesain program khusus. Kali ini, program khusus menampilkan 70 tahun perjalanan sinema Kyrgysztan.

Program khusus lainnya yang akan disuguhkan ialah pemutaran khusus film-film pendek kompilasi yang terangkum dalam S-Express. Selain program khusus, ada juga pemutaran khusus, yakni film The Raid yang menghebohkan itu. Pemutaran khusus 'The Raid' bertempat di Empire XXI, Jumat (16/12/2011) dan akan dihadiri oleh sutradara Gareth Huw Evans bersama dua pemainnya, Iko Uwais dan Yayan Ruhian.

(mmu/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads