Sutradara: 'X The Last Moment' Penting untuk Orangtua

Sutradara: 'X The Last Moment' Penting untuk Orangtua

- detikHot
Selasa, 06 Des 2011 13:07 WIB
Sutradara: X The Last Moment Penting untuk Orangtua
Jakarta - Film yang diproduksi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) 'X The Last Moment' siap tayang di bioskop. Menurut sang sutradara, film garapannya itu sangat penting untuk para orangtua. Mengapa?

"80% orang tua tidak tahu anaknya narkoba. Agar orang tua lebih memberikan norma-norma kepada anaknya yang masih SD, remaja, atau mahasiswa," ungkap sutradara Bambi Martantio saat premiere filmnya di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (5/12/2011) malam.

'X the Last Moment' adalah film yang bertujuan untuk memberantas narkoba di Indonesia. Bambi beserta semua pihak yang terlibat di film tersebut berharap agar Indonesia bebas narkoba di tahun 2015 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini film edukasi, tetapi kita buat semenarik mungkin karena ada unsur animasi medis. Bagaimana obat-obat narkotika itu masuk ke tubuh kita," tuturnya.

Diawali dengan masa kecil Didho (Keith Foo), Ikang (Mike Lucock), Ijul (Ikang Sulung), Anung (Ridho Boer) dan Angga (Rocky Jeff), film ini bercerita tentang 5 sahabat yang mempunyai cita-cita yang sangat tinggi dan hidup penuh cinta dan bahagia.

Tetapi, setelah 13 tahun kemudian akhirnya mereka bertemu kembali dalam situasi dan keadaan yang jauh berbeda. Saat ini mereka dalam keadaan berlimpah materi, namun dalam jiwa yang hampa.

Ikang, bandar dari segala jenis nakoba tetapi tidak mengkonsumsinya, baru mengetahui bahwa Ijul adalah kurir narkobanya selama ini. Ikang merasa kecewa dengan teman-temannya sehingga pertemuan ini tidak berlangsung lama.

Dhido yang bekerja di advertising agency, sangat kental dengan kehidupan malam. Di kehidupan malam inilah Didho sering melakukan transaksi narkoba.

Sementara Anung, anak kuliahan yang sebenarnya anak baik-baik, juga terjerat masalah narkoba. Mahasiswa Multimedia ini sering melakukan transaksi online lewat jejaring sosial.

Film ini menggali seluk-beluk narkoba, dari jenis-jenisnya, dampak mematikan dan efeknya, hingga proses biologis narkoba dalam tubuh, kontribusi lingkungan, dan peran keluarga serta masyarakat dalam mencegah penyalahgunaannya.

Bambi berusaha menyajikan film yang bukan hanya mampu memberikan hiburan. Menurutnya, tayangan sinema bisa menjadi medium rekonstruksi sejarah, pendidikan maupun propaganda ideologi kepada khalayak yang bersifat massif.


(ich/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads