"Kita bikin film ini memang untuk orang dewasa. Semoga nggak disensor LSF karena bisa merusak esensi dalam adegan action-nya," ucap sutradara asal Wales itu saat ditemui di Grand Hyatt, jakarta Pusat, Rabu (28/9/2011).
Gareth menambahkan, adegan kekerasan yang menampilkan cipratan darah tidak akan terus ditampilkan sepanjang film. Namun ia mengakui, adegan aksi di film 'The Raid' memang lebih brutal dari 'Merantau'.
"Jadi adegan kekerasan itu ada space-nya, kita memang mau bikin shock tapi tidak menjijikan," jelasnya.
Sutradara yang memiliki istri berdarah Indonesia-Jepang itu mengaku memang sangat menggemari film aksi. Awal Gareth terjun ke dunia perfilman Indonesia adalah ketika ia menggarap film dokumenter tentang silat di Sumatera Barat.
Setelah bertemu dengan beberapa perguruan silat, termasuk Iko Uwais, Gareth kemudian memiliki ide untuk membuat film yang mengangkat seni silat. Hingga akhirnya film 'Merantau' dirilis pada 2009 lalu.
'The Raid' adalah film kedua Gareth yang bekerjasama dengan Iko Uwais dan Yayan Ruhian. Namun, kolaborasi apik mereka tidak hanya akan berhenti sampai di situ. Gareth saat ini sedang menyiapkan kejutan lainnya. Penasaran?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ich/mmu)











































