"Kalau untuk film yang sekadar menampilkan aurat, itu sebaiknya dikurangilah. Gimana anak saya nanti kalau saya main film berbugil ria, sedangkan film itu long lasting, masih bisa dilihat 10 tahun ke depan," tuturnya saat ditemui usai jumpa pers di Es Teller 77, Jalan Adityawarman, Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2011).
Karakter Anisa yang diperankan Astrid digambarkan sebagai sosok wanita tangguh yang tinggal di daerah perbatasan. Di film itu, perempuan kelahiran Jakarta, 12 Juli 1986 itu juga diharuskan berdialog dengan logat Melayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sembilan puluh persen syuting outdoor, tantangan di situ kendala cuaca, lokasinya juga sulit dijangkau. Semua pemain sempat sakit kecuali saya," papar presenter 'Inbox' itu.
Film karya sutradara Agung Sentausa itu mengangkat sisi lain dari tentara yang menjaga perbatasan. Selain menghadirkan adegan action penuh tembak-tembakan, drama percintaan antara Astrid dan Arifin Putra muncul sebagai pemanis untuk membuat film tersebut lebih hidup.
Rencananya, 'Badai di Ujung Negeri' akan dirilis pada 29 September mendatang.
(ich/wes)











































