Film garapan Davis Guggenheim itu dianggap relevan dengan situasi pendidikan di Indonesia. 'Waiting for Superman' menampilkan permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat. Lewat karakter Anthony, Francisco, Bianca, Daisy dan Emily, sang sutradara ingin memperlihatkan kalau anak-anak di negeri Paman Sam harus mengikuti program lotere untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
"Tema film yang penuh usaha dan harapan juga mewakili kondisi JiFFest tahun ini," ujar co-director JiFFest Lalu Roisamri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, 'Waiting for Superman' juga mendapat sambutan yang positif dari kritikus film. Di ajang Festival Film Sundance, film tersebut meraih penghargaan Audience Award for Dokumentary.
Penasaran dengan film yang satu ini? 'Waiting for Superman' diputar di Blitzmegaplex Pasific Place, Pasific Place Mall, Jalan Jend Sudirman, Jakarta Selatan pada 25 November khusus untuk undangan dan 27 November untuk publik.
(hkm/mmu)











































