'Mahaguru', Film Tentang Pendiri NU Akan Rilis 2011

'Mahaguru', Film Tentang Pendiri NU Akan Rilis 2011

- detikHot
Kamis, 28 Okt 2010 17:57 WIB
Mahaguru, Film Tentang Pendiri NU Akan Rilis 2011
Jakarta - Setelah film 'Sang Pencerah' yang menceritakan awal berdirinya Muhammadiyah, kini akan muncul film yang menceritakan berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Film berjudul 'Mahaguru' tersebut siap digarap, dan rilis pada 2011 mendatang.

Orang yang berdiri paling depan untuk penggarapan film biografi pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari itu adalah Damien Dematra (DD). Film tersebut akan dibuat berdasarkan buku 'Trilogi Mahaguru KH. Hasyim Asy'ari' yang juga karangan DD.

"Skenario sudah digodok. Mungkin berapa hari nanti saya akan komunikasikan dengna Lili Wahid (saudara Gus Dur)," kata DD saat ditemui di peluncuran novel 'Bulan di Atas Ka'bah' di Gedung PBNU jalan Kramat Raya No. 168, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DD mengaku mempunyai beban yang berat sebagai sutradara dan penulis 'Mahaguru'. Salah satu yang menjadi kekhawatirannya, pesan yang disampaikan cerita tersebut tidak sampai ke penonton.

"Sangat berat sekali untuk bikin 'Mahaguru'. Itu yang dikhawatirkan, pesannya tidak sampai," katanya.

'Mahaguru', lanjut pria berambut panjang itu, akan dibuat dalam 2 sekuel. Pertama, 'Mahaguru 1' yang menceritakan tentang kelahiran Hasyim Asy'ari sampai berhasil mendirikan NU.

"Sedangkan 'Mahaguru 2' bercerita tentang perjuangan Hasyim Asy'ari sampai wafat," papar DD.

Uniknya, dalam penggarapan 'Mahaguru' yang rencananya rampung pada 10 Januari 2011 itu, DD tidak melibatkan rumah produksi. Film tersebut akan dibuat dengan melibatkan PBNU dan keluarga Hasyim Asy'ari.

"Awalnya ingin bekerja sama dengan PH besar. Tapi ketika didiskusikan, lebih baik digarap pribadi. Kalau dengan PH itu kormesial," kata DD.

Sedangkan DD membuat film tersebut tidak didasarkan komersial. Keuntungan film tersebut akan disumbangkan ke organisasi sosial. "Nanti hasil ini akan disumbangkan ke Gerakan Pendukung Plurarisme," paparnya.
(ebi/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads