Mengapa Bigelow bisa mempecundangi Cameron? Bigelow dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik di Academy Awards 2010 lewat film 'Hurt Locker'. Bigelow pun menjadi sutradara perempuan pertama yang mendapatkan piala Oscar setelah 82 tahun. Perempuan kelahiran 27 November 1951 itu mengalahkan Cameron dan juga deretan sutradara top lainnya, seperti Quentin Tarantino (Inglorious Basterds)
Film 'Avatar' dan 'Hurt Locker' yang sama-sama mendapat sembilan nominasi memang menarik perhatian para pecinta dan kritikus film. Banyak yang memprediksi kalau 'Avatar' akan memenangkan mayoritas nominasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun semua prediksi itu berbalik 180 derajat. 'Hurt Locker' yang berkisah soal penjinak bom Amerika Serikat yang bertugas di Irak mengalahkan 'Avatar' dari segi piala Oscar yang didapatnya.
Film yang dibintangi oleh Jeremy Renner itu secara keseluruhan mendapat enam piala Oscar untuk kategori Best Picture, Best Director, Best Film Editing, Best Sound Editing, Best Sound Mixing dan Best Writing (Original Screenplay).
Sedangkan 'Avatar' cukup tiga piala Oscar di kategori Best Art Direction, Best Visual Effects dan Best Cinematography.
Entah perasaan seperti apa yang sedang dialami oleh Cameron, ketika melihat film garapan mantan istrinya unggul di banyak kategori.
Cameron dan Bigelow menikah di tahun 1989 lalu bercerai di tahun 1991. Seperti apa pernikahan mereka ketika itu, tidak banyak terekspos oleh media hiburan di Amerika Serikat.
Tapi kini yang pasti, dengan prestasi yang dicetak oleh 'Hurt Locker', Kathryn Bigelow boleh disebut sebagai sutradara perempuan terbaik masa kini. (fjr/fjr)











































