"NETPAC Award yang dianugerahkan kepada Ratna Sarumpaet pada acara penutupan festival Asiatica Film Mediale di Cinema Capricana, Roma, adalah pialaΒ bergengsi yang diberikan pada film-film terbaik Asia," jelas Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikcom Minggu malam atau Senin (9/11/2009) pagi ini WIB.
NETPAC merupakan organisasi yang mewakili para kritikus, produser, distributor, kurator, exhibitor, dan educator yang bergerak di dunia perfilman. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan perfilman di kawasan Asia, dan telah dianggap oleh dunia sebagai otoritas yang sangat berkompeten dalam perfilman Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratna mengaku dirinya prihatin terhadap perdagangan manusia (human trafficking) di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Akar dari kejahatan perdagangan manusia yang dipotret dalam film 'Jamila dan Sang Presiden' adalah kemiskinan, yang juga sebagai dampak dari ketidakadilan ekonomi internasional.
Karena itu, film tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para pengambil keputusan di seluruh tingkatan untuk segera menyelesaikan kasus-kasus perdagangan manusia yang sangat menghawatirkan.
Kesuksesan 'Jamila dan Sang Presiden' di Roma diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk kemajuan industri perfilman di Indonesia, yang telah mengalami kebangkitan kembali dalam beberapa tahun terakhir.
'Jamila & Sang Presiden' telah terpilih untuk mewakili Indonesia pada kompetisi Piala Oscar pada Februari 2010. Sebelum berlaga di Oscar, 'Jamila dan Sang Presiden' akan mengikuti Asia-Pacific Film Festival di Sydney, Australia dalam waktu dekat.
Film Indonesia yang juga pernah menerima NETPAC Award adalah 'Bird Man Tale' karya Garin Nugroho pada Berlin International Film Festival 2003.
(es/hkm)











































