'Jamila dan Sang Presiden' Raih NETPAC Award di Roma

Asiaticafilmmediale 2009

'Jamila dan Sang Presiden' Raih NETPAC Award di Roma

- detikHot
Senin, 09 Nov 2009 13:00 WIB
Jamila dan Sang Presiden Raih NETPAC Award di Roma
Roma - 'Jamila dan Sang Presiden' karya sutradara Ratna Sarumpaet Sabtu (7/11/2009) meraih NETPAC Award pada festival Asiatica Film Mediale 2009 di Roma (29/10 – 7/11/2009). 'Jamila dan Sang Presiden' mengalahkan karya film unggulan dari negara-negara Asia lainnya, di antaranya, Cina, Jepang, Korea, India, Iran, Thailand dan Vietnam.

"NETPAC Award yang dianugerahkan kepada Ratna Sarumpaet pada acara penutupan festival Asiatica Film Mediale di Cinema Capricana, Roma, adalah pialaΒ  bergengsi yang diberikan pada film-film terbaik Asia," jelas Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikcom Minggu malam atau Senin (9/11/2009) pagi ini WIB.

NETPAC merupakan organisasi yang mewakili para kritikus, produser, distributor, kurator, exhibitor, dan educator yang bergerak di dunia perfilman. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan perfilman di kawasan Asia, dan telah dianggap oleh dunia sebagai otoritas yang sangat berkompeten dalam perfilman Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan juri yang diketuai oleh Tadao Sato, kritikus film sangat disegani di Jepang menilai keunggulan 'Jamila dan Sang Presiden' bukan saja terletak pada aspek artistik dan originalitasnya, tetapi juga pada ketajaman kritik sosialnya dalam memotret kondisi sosial dan kemasyarakatan di Indonesia.

Ratna mengaku dirinya prihatin terhadap perdagangan manusia (human trafficking) di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Akar dari kejahatan perdagangan manusia yang dipotret dalam film 'Jamila dan Sang Presiden' adalah kemiskinan, yang juga sebagai dampak dari ketidakadilan ekonomi internasional.

Karena itu, film tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan kembali para pengambil keputusan di seluruh tingkatan untuk segera menyelesaikan kasus-kasus perdagangan manusia yang sangat menghawatirkan.

Kesuksesan 'Jamila dan Sang Presiden' di Roma diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk kemajuan industri perfilman di Indonesia, yang telah mengalami kebangkitan kembali dalam beberapa tahun terakhir.

'Jamila & Sang Presiden' telah terpilih untuk mewakili Indonesia pada kompetisi Piala Oscar pada Februari 2010. Sebelum berlaga di Oscar, 'Jamila dan Sang Presiden' akan mengikuti Asia-Pacific Film Festival di Sydney, Australia dalam waktu dekat.

Film Indonesia yang juga pernah menerima NETPAC Award adalah 'Bird Man Tale' karya Garin Nugroho pada Berlin International Film Festival 2003.

(es/hkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads