Early, demikian ia biasa disapa, bahkan jelas-jelas menolak bermain di film horor. "Ada beberapa tawaran yang masuk, rata-rata film horor. Tapi aku tolak karena aku juga penakut. Lagipula di film horor suka banyak adegan pelecehan, dalam arti adegan yang kurang baik ditonton," jelasnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2009) malam.
Ibu satu anak itu menilai kalau film-film horor lokal yang beredar di bioskop lebih menjual sensualitas pemainnya daripada kekuatan cerita atau karakter. Walau honor yang ditawarkan terbilang menggiurkan tetap tidak menggoyahkan Early.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(fjr/fjr)










































