Usmar Ismail, lahir pada 20 Maret 1920 adalah sineas pribumi dengan rumah produksi pribumi yang pertama kali merilis film layar lebar pada 1950. Film itu berjudul 'Darah dan Doa'. Berkat jasanya di industri perfilman nasional, nama Usmar Ismail diabadikan dalam Pusat Perfilman H. Usmar Ismail di Kuningan, Jakarta.
Selain 'Darah dan Doa', Usmar Ismail juga sukses merilis 'Lewat Djam Malam', Tamu Agung', 'Tiga Dara', 'Harta Karun' dan 'Anak Perawan Disarang Penjamun'. Total 23 judul film sudah digarapnya. Pria kelahiran Bukit Tinggi itu akhirnya meninggal pada 2 Januari 1971. Film terakhirnya adalah 'Ananda' yang dirilis pada 1970 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usmar Ismail, Djamaluddin Malik dan Asrul Sani bukanlah nama yang asing dalam perfilman di Indonesia. Mereka adalah pelopor perfilman tanah air dan mengubah wajah perfilman di
Indonesia.
βKarena kepeloporan, semangat dan kecintaan mereka kepada film Indonesia. Kami memberikan penghargaan ini kepada pejuang-pejuang film tersebut,β ujar AM Hendropriyono pihak Blitzmegaplex.
(hkm/hkm)











































