Setelah dibuka dengan 'Burn After Reading', JiFFest 2008 akan membesut lebih dari 100 film dari segala penjuru dunia. Tak hanya feature film, festival itu juga akan memutar film pendek, dokumenter hingga animasi.
JiFFest pertama kali diadakan pada 1999 dan pada 2006 lalu festival itu dinobatkan sebagai festival film international terbesar di Asia Tenggara. Dengan dikunjungi lebih dari 50.000 penonton, JiFFest berhasil mengalahkan kapasitas penonton festival film internasional di Bangkok, Singapura dan Manila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kali ini kami hanya menghabiskan Rp 2,5 Miliar, sedangkan tahun lalu Rp 4 Miliar. Meskipun sekarang sedang krisis global, kami tetap harus selenggarakan JiFFest," ucap Lalu RoiSamri selaku direktur festival saat ditemui di konferensi pers JiFFest 2008 di Goethe House, Jl. Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2008).
Dengan terbatasnya dana, JiFFest hanya diselenggarakan selama lima hari. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya festival itu diadakan sepuluh hari. Hal itu membuat panitia semakin menyeleksi film-film yang akan disajikan.
"Kualitas filmnya akan lebih baik tahun ini. Karena waktunya berkurang, kami harus lebih menyaring film-film yang akan diputar nanti," ujar Lalu. (hkm/hkm)











































